PB, Cianjur – Ratusan warga, ormas, pendukung, simpatisan dan relawan pasangan calon nomor urut tiga dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak Kabupaten Cianjur 2015, Suranto-Aldwin Rahadian (Oki), bergerak menuju Villa Green Hill tempat dilaksanakannya sidang pleno penghitungan suara tingkat kabupaten, Kamis (17/12).

Dengan menggunakan kendaraan roda dua, roda empat dan beberapa buah truk, massa bergerak ke arah kawasan Puncak dengan berpawai dan mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian.

Perjalanan mereka tidak bisa langsung menuju ke lokasi yang dituju. Pasalnya, pihak kepolisian yang mengawal jalannya sidang pleno tersebut memberlakukan empat lapis pengamanan.

Tak pelak, di rumah makan Rindu Alam 2 di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, massa pun dihentikan aparat. Namun, setelah berdiskusi langsung dengan Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu, ratusan massa kemudian diperbolehkan melanjutkan perjalanan dengan syarat agar tetap tertib dan tidak mengganggu para pengguna jalan lainnya.

Namun, tepat di depan gapura jalan akses masuk ke Villa Green Hill tepatnya di depan SPBU Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Cianjur, puluhan aparat kepolisian baik yang berpakaian preman maupun berseragam, sudah berbaris menutup jalan akses tersebut.

Kemudian, ratusan massa itu pun dialihkan kepolisian ke dalam SPBU yang teoat berada di depan jalan akses tersebut. Sembari menggelara berbagai poster dan spanduk, massa aksi lantar berorasi secara bergantian.

“Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi. Sesuai kesepakatan dengan Kapolres tadi, pengamanan jangan menghalangi kami,” ucap salah satu orator dengan menggunakan pengeras suara.

Selanjutnya, ratusan massa itu pun merangsek maju dan berhadap-hadapan langsung dengan pihak keamanan dari Satsabhara Polda Jawa Barat yang bersenjatakan lengkap.

Ketika dilakukan lobi, ratusan massa tersebut terus mendesak maju. Tak pelak, aksi saling dorong pun tidak dapat dihindarkan. Namun, kejadian itu tidak berlangsung lama. Karena, pihak kepolisian mengizinkan massa untuk lebih masuk ke dalam agar tidak menimbulkan kemacetan di jalan akses Cianjur-Bogor-Jakarta itu.

Baru sekitar 100 meter, aparat kepolisian kembali menghadang. Lagi-lagi, mereka diperbolehkan untuk lebih bergerak mendekati kawasan Villa Green Hill.

Namun, sekitar 70 meter dari pintu gerbang villa tersebut, puluhan aparat kepolisian dari Satsabhara Polda Jabar kembali memblokade jalan tepat di sebuah pertigaan.

Di lokasi tersebut, massa kembali menggelar orasi, poster dan spanduk. Di sisi lain, Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu tampak berada di barisan paling depan sedang berdialog dengan perwakilan massa aksi.

Suasana sedikit mencekam karena sebuah truk watercanon dari Polda Jabar pun ikut maju dan berhenti tepat di belakang barisan puluhan Satsabhara.

Meski begitu, suasana tetap terkedali meski ratusan massa siap merangsek maju.

Akhirnya, massa tetap tertahan di lokasi tersrbut sembari terus menggelar orasi dan tuntutan.

Koordinator aksi, Ace M Muslihat, mengatakan, aksi itu bukan merupakan bentuk ketidakpuasan atas penyelenggaraan pilkada yang diwarnai banyak kucurangan dan pelanggaran. Akan tetapi, berbagai pelanggaran tersebut tidak ditindaklanjuti oleh Panwaslu Kabupaten Cianjur.

“Kami, rakyat Cianjur tidak akan menerima siapapun pemenangnya kalau banyak pelanggaran seperti ini,” tegas dia.

Yang diinginkan pihaknya adalah, keseriusan penyelenggara pemilu dalam menjalankan pilkada yang benar-benar bersih, jujur dan adil.

“Kenyataannya, banyak kecurangan yang dilakukan paslon nomor urut dua. Apalagi, dia menggunakan cara-cara licik dan intimidasi,” lanjut dia.

Lebih daripada itu, sambungnya, banyaknya aparatur sipil negara, PPS, PPK dan Panwaslu yang dengan terang-terangan tidak netral atau mendukung paslom anak bupati. Apalagi, bupati juga telah jelas-jelas menggunakan kegiatan dan anggaran pemkab untuk memenangkan anaknya.

“Itu berarti pilkada Cianjur sudah tidak bersih dan melenceng jauh dari esensi demokrasi. Kami tidak peduli siapapun pemenangnya, tapi kalau seperti ini caranya, dengan tegas kami menolak menerima pilkada ini,” tegas dia.

Di sisi lain, sidang pleno penghitungan perolehan suara oleh KPU Cianjur masih berlangsung.

(RH)

loading...