PB, Cianjur – Gelaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Cianjur kian membara.

Akibat banyaknya kecurangan dan pelanggaran pidana pemilu, ratusan orang menuntut dihentikannya sidang pleno penghitungan perolehan suara.

Ratusan orang yang terdiri dari warga, pendukung, ormas dan relawan pasangan calon nomor urut tiga, Suranto-Aldwin Rahadian (Oki), sekitar pukul 11.00 wib, langsung menyerbu kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur di Jalan Ir H Juanda, Selakopi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (17/12).

Meski kondisi sedang hujan cukup lebat, namun hal itu tidak mengurungkan niat menyuarakan aspirasinya.

Dengan penjagaan ketat kepolisian, aksi berjalan dengan aman dan lancar meski juga menimbulkan kemacetan.

Pasalnya, satu sisi ruas jalan dari Jalan Taifur Yusuf yang mengarah ke Jalan Dr Muwardi (Bypass) ditutup.

“Kami datang ke sini bukan karena dibayar. Tapi karena rakyat Cianjur tidak sudi dipimpin dinasti bobrok,” pekik salah seorang pendemo dalam orasinya.

“Sudah terlalu banyak pelanggaran dan kecurangan yang dilakukan bupati untuk memenangkan anaknya. Kami punya semua buktinya,” lanjut dia.

Sementara, kantor KPU Cianjur sendiri dalam keadaan kosong karena ketika aksi demo berlangsung, sedang dilaksanakan sidang pleno penghitungan perolehan suara tingkat kabupaten di Villa Green Hill di Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Cianjur.

Karena merasa kecewa, warga dan massa aksi kemudian menyegel kantor KPU Cianjur dengan menggunakan rantai dan gembok serta sehelai kain merah tanda matinya demokrasi di Kabupaten Cianjur.

Setelah itu, ratusan massa kemudian bergerak ke Villa Green Hill menuntut penghentian sidang pleno yang dinilai cacat hukum akibat tidak ditindaklanjutinya berbabagai pelanggaran oleh paslon anak bupati, Irvan-Herman.

Berdasarkan informasi, sidang pleno KPU Cianjur sendiri saat ini masih berlangsung dengan penjagaan ketat dari kepolisian dan TNI di bawah komando langsung Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu.

(RH)

loading...