PB, JAKARTA – Badan Startup Teknologi, di bawah naungan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) sangat mengapresiasi ketegasan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla yang mengijinkan Ojek dan platform solusi teknologi transportasi berbasis online untuk tetap beroperasi secara normal.

Keputusan ini dengan sendirinya membatalkan pengumuman Menteri Perhubungan yang secara mengejutkan melarang ojek dan transportasi berbasis teknologi internet untuk beroperasi.

“KADIN akan memanfaatkan momentum ini untuk mengevaluasi dan melindungi sektor UKM Teknologi (Startup Teknologi) yang tumbuh dengan sangat cepat ini,” kata Patrick Walujo yang baru kemarin diangkat sebagai Ketua Badan Pengembangan Startup Teknologi KADIN. 

Patrick Walujo merupakan salah satu investor utama yang membesarkan layanan GOJEK menjadi fenomenal, KADIN berinisiatif menjadi mediator dalam dialog antara pemerintah dengan para pelaku Startup Teknologi untuk menghindari kesalahan yang sama terulang kembali.

“Dengan pengumuman Menteri Perhubungan yang secara tiba-tiba memberhentikan operasional ojek dan solusi berbasis teknologi internet yang mendukungnya, kami sangat prihatin dengan dampaknya. Seperti tidak ada kepastian dan Menteri Perhubungan dan terkesan tidak berkoordinasi,” tegas Wakil Ketua Umum KADIN Bidang UU dan Regulasi Melli Darsa, di Jakarta, Jumat(18/12).

Pendapat yang sama juga diutarakan Ketua Umum KADIN Rosan Roeslani, walaupun menurutnya apapun keputusan pemerintah  harus dihormati dan dipatuhi terlebih dahulu.

Menurut Roslan, yang disayangkan adalah Menteri Perhubungan tidak berkonsultasi dulu dengan pelaku usaha dan masyarakat yang terkena dampaknya.

Padahal ada lebih dari 300 ribu pengemudi ojek dan taksi online ditambah  9 juta masyarakat  pengguna layanan tersebut yang langsung menjadi korban.

“Kami berharap pemerintah bisa aktif menjalin komunikasi dengan dunia usaha, ini yang terus kami upayakan  dalam kepengurusan ini,” kata Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani.

(Beb)

loading...