PB, Kendari – Salah satu korban tenggelamnya Kapal KM. Marina B2 yang karam di teluk Bone (19/12) Yuliati (41) sempat mengabarkan keadaan dirinya yang berada dalam kapal KM Marina.

Yuliati menelfon suaminya Tajuddin (40) untuk meminta tolong agar segera menghubungi tim SAR karena kapal yang ditumpanginya tidak lama lagi akan tenggelam.

“Pa mati mi kita, mau tenggelam kasian kapal ta, air sudah masuk dikapal, telefon kan cepat tim sar,” ujar yuliati, dengan dialog melayu setempat.

Dengan nada panik yang dijelaskan oleh kakak korban Ratna (43) di kediamannya Jalan Dermaga Lapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari.

Sebelum telefon berakhir, Yuliati sempat berteriak Allahu Akbar dan seketika itu telefon Yuli terputus dan hingga saat ini tidak ada lagi komunikasi.

Mendengar kepanikan Istrinya Tajuddin langsung bertolak ke Kolaka dengan menggunakan mobil pribadinya.

Ratna mengatakan bahwa Yuli sempat berkata bahwa dirinya tidak jadi berangkat ke Bone, namun Yuli berubah pikiran, karena mobil sudah terlanjur dirental, akhirnya yuli luluh untuk ikut ke Bone, Sulawesi Selatan.

“Sebenarnya dia nda jadi kebone,hanya sudah terlanjur mi kasian direntalkan mobil untuk ke kolaka, jadi da pergi mi juga” terangnya saat diwawancarai dikediamannya di lapulu (21/12).

Yuliati hingga saat ini belum berhasil ditemukan bersama ke 6 keluarga lainnya.

Yuliati juga merupakan ibu dari Fikri (16) korban kapal tenggelam KM Marina B2 yang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

(Nomilia)

loading...