PB, Kendari – Keberuntungan besar berpihak kepada Muhamad Zulfikri Septanto, alias Fikri (16) dan Anwar (38) korban kapal karam KM Marina B2 yang tenggelam diteluk Bone Sabtu (19/12) lalu.

Informasi yang dihimpun oleh pembawaberita.com dari keluarga Fikri dan Anwar yang bertempat tinggal di Jalan Dermaga Lapulu Kec Abeli Kota Kendari.

Fikri telah ditemukan oleh Nelayan pada pukul 02.00 Wita Minggu dini hari.

Setelah ditemukan Fikri dan Anwar langsung diserahkan kepada tim evakuasi Badan SAR Nasional dan langsung dibawa ke rumah sakit kolaka utara.

Fikri mengatakan selama dirinya berada dilautan ia memakan makanan yang hanyut karena tidak bisa menahan lapar.

“Saya memakan makanan yang hanyut, karena saya sangat lapar, saya memakan pisang yang hanyut” tuturnya saat diwawancari lewat telepon (21/12).

Fikri juga mengaku bahwa sebelum dirinya keluar dari kapal ia sempat memasang dan mengikatkan jaket pelampung kepada ibunya dan meminta ibunya melompat lebih dulu.

“Sebelum saya keluar dari kapal, saya lebih dulu meminta kepada ibu saya untuk keluar duluan, namun ibu saya malah menyuruh saya untuk keluar kapal lebih dulu, karena ibu saya, masih mau menyelamatkan sepupu saya yang masih balita” jelas fikri remaja 4 bersaudara ini.

Hingga saat ini (21/12) Ibu fikri (Yuliati) dan enam keluarga lainnya belum ditemukan mereka adalah Bungateng (60), Yuliati (41), Ramlah (39), Anti (35), Eka (28), Fadil (4), dan Izam (3).

Semuanya adalah keluarga Batil yang belum diketahui keberadaannya dan kini fikri masih menjalani perawatan dirumah sakit kolaka utara.

(Nomilia)

loading...