PB, Jakarta – Dalam rangka membahas masalah kelistrikan di daerah, hari ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi)bersama sejumlah menteri menerima sejumlah kontraktor sektor kelistrikan.

Dalam pidato sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan betapa pentingnya listrik untuk rakyat.

Menurut Presiden, saat ini listrik bukan hanya menjadi urusan PT PLN (Persero) saja tetapi telah menjadi urusan negara dan pemerintah.

“Kenapa? Karena setiap saya ke daerah di provinsi mana pun, keluhannya sama, listrik byar-pet, sehari mati empat kali sehari, delapan kali sehari. Listrik mati, listrik kurang. Itu yang saya temui di setiap daerah, dan itu bukan kesalahan menteri atau dirut PLN. Saya nggak mau menyalahkan.‎ Tetapi ada masalah seperti itu harus diselesaikan,” jelas Jokowi dalam pertemuan yang dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/12/2015).

Presiden juga menerangkan bahwa, dirinya telah mencanangkan pertambahan pasokan listrik dengan jumlah 35.000 MW dalam 5 tahun ke depan.

“Saya sampaikan, mampu, bisa. Dengan catatan, izin-izin yang terlalu ruwet itu harus dipotong, izin-izin yang terlalu lama, potong, baik PLN baik kementerian mau pun daerah. Itu yang sekarang dilakukan,” katanya.

Presiden kembali menekankan bahwa 35 ribu MW itu kebutuhan. Oleh sebab itu, makanya setiap hari, setiap minggu, setiap bulan dirinya selalu mengikuti dan memantau melalui Menteri, dan Dirut (PLN).

Selain sejumlah Kontraktor kelistrikan, dalam acara ini juga hadir Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli, Menteri BUMN Rini Soemarno, Direktur Utama PLN, Sofyan Basir dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.(Han)

loading...