PB, Jakarta – Aksi penipuan melalui facebok kembali gentanyangan, kali ini aksi penipuan melalui jaringan internet oleh dua orang warga negara Nigeria berninisial AOC alias FJM dan RS berhasil di ungkap Subdit Cybercrime Unit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

“Kedua pelaku ditangkap di Perumahan Legenda Wisata Zona Vivaldi Blok M9, No. 17, Jakarta Selatan,” kata Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mujiyono, Selasa (22/12/2015).

Menurut Mujiyono, dalam beraksi  salah satu pelaku yang masuk dalam DPO berinisial UTE menggunakan facebook.

Setelah berkenalan dengan korban UTE berpura – pura sebagai Marks Collins dan berprofesi sebagai Dokter di Rumah Sakit Texas Amerika. 
Lalu UTE  meminta korban mencarikan rumah di Jakarta.

Dalilnya mereka akan berivestasi di Jakarta dibidang pendidikan, atas kesedian korban UTE berjanji akan mengirim hadiah berupa paket uang Dollar AS.

“Kata pelaku paket tersebut akan diantar oleh seorang Agen dari Amerika bernama Frank Jorick Morgen (AOC alias FJM),” tuturnya.

Beberapa hari kemudian, lanjut Mujiyono, korban mendapatkan pesan whatsapp dari UTE bahwa paket sudah sampai di Indonesia dan diterima oleh seorang petugas  Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali atas nama Bertha Ivanna Floren alias RS.

Namun untuk mengantar paket tersebut ke Jakarta,  korban diharuskan mentransfer sejumlah uang.

“Lalu korban yang percaya mengikuti instruksi pelaku. Sehingga korban mengalami kerugian sebesar Rp. 647.432.000. ” tandasnya.

Mujiyono menambahkan, merasa dirugikan korban lalu melaporkan kejadian tersebut.

Setelah dilakukan penelusuran selama beberapa waktu keberadaan pelaku tercium oleh petugas.

Saat penangkapan berhasil diamankan barang bukti berupa delapan buah handphone serta Simcard, satu buah laptop yang digunakan untuk melakukan kejahatan dan tiga buku rekening.

“Untuk tersangka inisial UTE masih diburu petugas. Sedangkan yang sudah tertangkan diancam dengan  pasal 34 dan 5 UU RI No. 8 Tahun 2010 UU TPPU,  atau pasal 378 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke (1) KUHP dan/atau pasal 263 KUHP. Ancaman pidana maksimal 20 tahun,” pungkasnya.

(WAF) 

loading...