PB, Jakarta – Presiden Joko Widodo berpesan, program kementerian pertanian (kementan) benar benar harus fokus untuk menggenjot produksi pangan.

Menurut Presiden Jokowi, anggaran yang dialokasikan untuk kementan pada 2016 mengalami kenaikan signifikan di banding 2015. Jadi, tidak ada alasan lagi bahwa produksi pangan harus meningkat.

“Anggaran Kementan naik 100 persen, saya tunggu hasilnya, apa hasil naik, impor turun. Saya tidak tergesa-gesa setahun minta hasil. Ini proses panjang, saya senang Pak Mentan orang lapangan,” kata Presiden saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/12/2015).`

Selama ini, kata Jokowi, sejumlah bahan pangan masih di impor, padahal Indonesia memiliki kemampuan untuk memproduksi sendiri di tahun-tahun mendatang.

“Impor sudah mulai turun, seperti jagung, daging, bawang. Saya ingin lihat 2-3 tahun lagi karena kita fokus itu, tapi jangan sampai produksi meningkat tapi kesejahteraan petani tidak meningkat,” tegas Presiden Jokowi.

Presiden mengatakan, bila dari awal penanaman hingga panen, dan pemasaran dikelola dengan baik, maka produk pangan Indonesia, tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, namun juga bisa diekspor. Dengan demikian, bisa memberikan nilai tambah pada perekonomian nasional.

“Saya optimis kita bisa melakukan ekspor komoditas pertanian dan perikanan, apalagi sebentar lagi ada MEA. Hanya ada dua pilihan kita menyerbu atau diserbu,” tegas Jokowi.(Han)

loading...