PB, Cianjur – Mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Kabupaten Cianjur, Heri Sukirman, Rabu (23/12) malam, mendatangi Mapolres Cianjur di Jalan KH Abdullah bin Nuh untuk melaporkan adanya dugaan teror atas dirinya.

Diduga, teror tersebut berkenaan dengan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Cianjur yang saat ini masuk dalam gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Ditemui di Mapolres Cianjur, Heri menuturkan, dirinya merasa keselamatannya dan keluarganya terancam atas hal tersebut.

Untuk itu, bersama penasehat hukumnya, memilih untuk melaporkannya ke pihak berwajib.

Ia menceritakan, Selasa (22/12) dini hari sekitar pukul 01.00 wib, ada tiga orang yang mendatangi padepokannya di Rawabango, Kecamatan Karangtengah.

Saat itu, kata dia, hanya ada pembantunya. Sementara, dirinya dan keluarganya sedang berada di kediamannya di wilayah Kecamatan Cilaku.

Dari pembicaraan ketiga orang tersebut tepat di luar pagar, pembantunya melihat dan mendengar persis bahwa salah satu orang tersebut mengatakan bahwa Heri adalah otak dari pilkada Cianjur yang akhirnya harus diselsesaikan di MK itu untuk menentukan pemenangnya. Selain itu, ketiga orang tersebut juga menanyakan keberadaan Heri kepada pembantunya yang dijawab tidak tahu.

“Padepokan saya itu dituduh sebagai tempat berkumpul untuk merancang agar pilkada masuk ke MK. Dan menuduh yang mengotaki adalah saya,” ujar Heri sebagaimana dituturkan pembantunya kepada dirinya.

Selanjutnya, kata dia, ada tiga orang yang berbeda lagi yang datang ke padepokannya itu pada Selasa sore sekitar pukul 16.00 wib.

Kali ini, ketiga orang itu ditemui oleh istri dan pembantunya. Tujuannya, menanyakan keberadaan Heri.

“Kalau memang teman saya, pasti istri saya kenal. Karena semua orang yang pernah datang pasti istri saya kenal,” imbuh dia.

Heri menerangkan, berdasarkan pengakuan dari istri dan pembantunya, ketiga orang tersebut memiliki ciri-ciri bertubuh tegap tinggi besar.

Satu orang berambut cepak, seorang lagi memakai kupluk dan seorang lainnya berambut panjang sepinggang.

“Saya aneh saja, kok tiba-tiba orang yang tidak saya kenal kok mencari-cari saya. Apalagi saya disangka yang mengotaki pilkada sampai maju ke MK,” kata dia.

Diketahui, Heri memang menjadi salah satu tim sukses dari paslon nomor urut tiga Suranto-Aldwin Rahadian yang mengajukan gugatan pilkada ke MK.

Karena dugaan kuat banyaknya kecurangan, pelanggaran dan ketidaknetralan penyelenggara pemilu dalam pilkada Cianjur yang tidak lain memberikan dukungan kepada paslon nomor urut dua Irvan-Herman yang calon bupatinya adalah anak bupati Cianjur.

“Saya merasa keselamatan saya terancam dengan adanya intimidasi ini,” tutup dia.

(RH)

loading...