PB, Cianjur – Seorang pegawai Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Cianjur, menutup wajahnya karena malu ketika digelandang petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Cianjur, Selasa (21/12) petang.

Lelaki tersebut digelandang bersama seorang perempuan dari sebuah tempat kos di Bayubud, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat karena kedapatan positif mengkonsumsi narkoba jenis ganja.

Hasil itu didapatkan BNNK Cianjur setelah melakukan operasi tes urin yang menyasar tempat kos yang dicurigai kerap digunakan untuk mengkonsumsi narkoba.

Awalnya, ketika petugas BNNK datang, dari lantai dua, tampak berlari seorang perempuan dari sebuah kamar ke belakang tempat kos tersebut.

IMG_1015-01Melihat hal itu, sejumlah petugas dari Satpol PP Kabupaten Cianjur yang ikut dalam operasi, langsung mengejar dengan jalan memutar.

Namun sayang, perempuan muda yang rambutnya dicat coklat sebagian itu hilang entah kemana.

Sementara, di halaman tempat kos tersebut, seorang pria tampak terburu-buru dengan menuntun sepeda motornya dan hendak pergi.

Tapi, petugas pun mencegahnya untuk tidak meninggalkan lokasi sebelum menjalani tes urin.

“Saya mau mengantarkan ini,” ucap lelaki itu sembari menunjukkan sejumlah berkas kepada petugas.

“Iya, nanti silahkan. Tapi sekarang tes urin dulu,” tegas petugas.

Sementara, setelah diinterogasi petugas, lelaki yang membawa sebuah tas ransel besar di punggungnya itu mengakui bahwa kamar di pojok lantai dua itu adalah kamarnya.

Namun petugas terus mendesak dengan berbagai pertanyaan yang dijwabnya dengan jawaban yang berubah-ubah.

IMG_1018-01“Kalau ini kamarmu, ini kok di lemari baju perempuan semua? Perempuan yang lari tadi itu siapa? Pacarmu?” cecar petugas yang oleh lelaki itu lantas dijawab bahwa perempuan dimaksud adalah adiknya.

Pengakuan lelaki yang jawabannya selalu berubah-ubah itu tidak membuat petugas percaya yang lalu menggeledah seluruh isi kamar, selanjutnya, lelaki itu dipaksa menjalani tes urin.

Benar saja, dari hasil tes urin itu, didapati bahwa dirinya positif mengkonsumsi ganja. Karena itu, ia pun lantas tidak bisa lagi mengelak.

Petugas pun langsung menggeledah lelaki yang saat ditangkap itu mengenakan baju berlambang dan bertuliskan Panwaskab Cianjur.

Yang mengejutkan, di dalam tas ranselnya, petugas menemukan seragam petugas Dishubkominfo lengkap dengan sepatu dan sebuah radio handytalky serta sebuah tanda pengenalnya yang memampang foto dan identitasnya, yakni Asep Koswara.

Tidak hanya itu, sejumlah berkas dan dokumen berkenaan Pilkada Kabupaten Cianjur dengan kop surat Panwaskab Kabupaten Cianjur pun turut ditemukan di dalam tas ranselnya.

IMG_1020-01Kepala BNNK Cianjur, Hendrik, mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah lelaki tersebut benar PNS atau hanya pegawai honorer Dishubkominfo Kabupaten Cianjur.

Selain itu, adanya dokumen Panwaskab Cianjur pun akan menjadi salah satu bukti untuk diselidiki apakah benar ia juga staf Panwaskab Cianjur atau bukan.

“Akan kami bawa dulu ke kantor untuk diperiksa sekalian perempuan yang tinggal di kamar kos lainnya untuk diperiksa lebih lanjut,” kata Hendrik.

Namun, Hendrik memastikan, keduanya terbukti positif telah mengkonsumso narkoba jenis ganja yang didapatkan dari hasil tes urin keduanya.

“Iya, positif ganja,” singkat dia.

Berdasarkan pantauan di lokasi, dari Asep Koswara, petugas juga mendapatkan beberapa linting ganja yang siap konsumsi yang disembunyikan di dalam sebuah bungkus rokok. Bukti itu didapatkan petugas setelah menggeledah tas ransel Asep setelah mengeluarkan seluruh isinya.

Sementara, dari kegiatan tersebut, warga sekitar dan para pengguna jalan pun tampak berjubel di sekitar tempat kos tersebut hingga memacetkan Jalan Cianjur Sukabumi.

(RH)

loading...