PB, Cianjur-Unit Penjinak Bom (Jibom) Satbrimob Polda Jawa Barat menyisir setiap sudut gereja di Kabupaten Cianjur, Rabu (23/12) malam. Hal itu dilakukan berkenaan persiapan dan pengamanan jelang Natal 25 Desember 2015.

Penyisiran tidak hanya dilakukan di dalam gedung peribadatan yang akan dipakai untuk misa Natal saja, melainkan juga di seluruh sudut ruangan. Selain itu, sejumlah tempat di luar gedung di sekitar gereja pun tak luput dari penyusuran yang tidak hanya menggunakan metal detector tapi juga Uap Triacetone Triperoxide (TATP) detector yang bisa mendeteksi berbagai bahan kimia yang biasa menjadi bahan peledak.

Total sebanyak 14 gereja mulai dari Kecamatan Ciranjang hingga kawasan Cipanas-Puncak Cianjur yang disisir satu per satu secara teliti oleh puluhan personel Unit Jibom Satbrimob Polda Jabar itu.

Di kawasan Cianjur kota sendiri, terdapat dua geraja yang bakal digunakan untuk Natal yakni Gereja Kristen Indonesia di Jalan HOS Cokroaminoto dan Gereja Santo Petrus di Jalan Siliwangi yang merupakan gereja terbesar di Cianjur.

Kapolsek Cianjur kota, Kompol Iskandar, ditemui di lokasi mengatakan, pendeteksian dini itu merupakan bagian dari instruksi pimpinan yang menjadi standar pengamanan Natal 2015.

“Ini sudah menjadi protap dan perintah dari pimpinan untuk mengamankan Natal dan pergantian tahun. Ini kita sterilasi semuanya agar penyelenggaraan Natal tidak ada gangguan,” ujar Kapolsek.

Iskandar menambahkan, pengamanan jelang Natal dan pergantian tahun memang lebih diperketat dibanding biasanya. Untuk itu, ploting personil pun dilakukan untuk setiap gereja yang dipakai untuk ibadah Natal.

“Per gereja akan ditempatkan 4-5 personil baik dari Polri dan TNI. Selain itu juga ditambah sejumlah petugas dari unsur lainnya,” jelas dia.

Meski begitu, pihaknya tetap mengimbau kepada pengurus gereja untuk tetap waspada dan turut aktif dalam pengamanan. Ada baiknya, lanjut Kapolsek, pihak gereja segera melaporkan apabila mendapati ada orang yang tidak dikenal dan cukup mencurigakan. Apalagi, jika orang tersebut membawa tas.IMG_1045-01IMG_1051-01IMG_1038-01

“Pihak gereja pasti sudah mengenal jemaatnya. Maka kalau ada yang tidak dikenal dan mencurigakan, segera laporkan,” imbau dia.(RH)

loading...