PB, JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK)  diminta fokus dalam  menyelidiki dugaan korupsi terkait pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta.

Sebelumnya seperti diketahui lembaga anti rasuah tersebut telah  menerima audit investigasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

Pengamat perkotaan, Amir Hamzah yang mendatangi gedung KPK, Rabu, (23/12) menaruh harapan  pada pimpinan KPK yang baru menjabat. Menurut Amir apa lagi  Badan pemeriksa Keuangan  sudah menyerahkan hasil audit pembelian lahan tersebut.

Dia mengaku siap memberi data-data yang dibutuhkan KPK. Hingga saat ini Amir masih yakin 100 persen ada korupsi dalam pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras.

“Ada mark up dan proyek yang tidak diusulkan SKPD tapi masuk APBD,” jelasnya.

Diketahui, Audit BPK terhadap pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras menemukan enam penyimpangan. Anggota BPK Eddy Mulyadi Soepardi menjelaskan, penyimpangan sudah terjadi dari tingkat perencanaan.

“Perencanaan, penganggaran, pembentukan tim pengadaan pembelian lahan, pembentukan harga, dan penyerahan hasil,” papar Eddy sesaat lalu.

BPK menilai pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras seluas 3,7 hektare untuk dibangun pusat pengobatan kanker dan jantung,  merugikan keuangan Pemprov DKI Jakarta senilai Rp 191 miliar. Selisih harga tersebut terjadi karena perbedaan harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada lahan di sekitar dengan lahan rumah sakit.

(Beby)

loading...