PB, JAKARTA, -Tersangka kasus penyebaran konten pornografi Yulianus Paonganan, pemilik akun @ypaonganan terpaksa akan mengajukan praperadilan. Pendaftaran praperadilan dilakukan jika Kapolri tidak juga menghentikan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

“Praperadilan juga dilakukan jika Kapolri tidak memberikan penangguhan terhadap klien kami,” kata Suhardi Somomoeljono, kuasa hukum Yulianus Paonganan di Kawasan Karet Tengsin, Jakarta Pusat , Sabtu (26/12).

Menurut Suhardi, sebelum proses praperadilan didaftarkan maka diharapkan Kapolri untuk berkoordinasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait perkara yang dialami kliennya. SP3 atau penangguhan penahanan dilakukan karena saat ini Yulianus Paonganan telah menandatangani kontrak dalam pembuatan  pesawat tanpa awak (drone) dengan Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

“Tiga hari sebelum ditangkap klien kami tekan kontrak untuk pembuatan drone,” ungkapnya.

Suhardi menyarankan agar kasus yang menjerat kliennya terbuka maka Kapolri bisa melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPR- RI. Dalam RDP tersebut bisa memanggil atau memeriksa Kemenhan yang telah memesan drone buatan Yulianus Paonganan.

“Jadi klien kami mentwit #papadoyanlonte hanya ingin menjadi trending topik. Tidak ada motif politik,” jelasnya.

Yulianus Paonganan, kata Suhardi, merupakan akademisi yang mendukung pemerintah di bidang kamaritiman yang akan membangkitkan industri dalam negeri. Sehingga Yulianus menciptakan drone merk OS-Wifanus untuk memantau kelautan di Indonesia.

“Jadi tidak ada kebencian terhadap Presiden Jokowi. Sehingga kalau bicara motif yang dilakukan klien kami tidak akan ketemu,” tegas Suhardi.

Suhardi menilai, ditetapkannya Yulianus sebagai tersangka karena bermotif bisnis. Karena drone buatan kliennya pesaingnya dari seluruh dunia. Harga yang ditawarkannya juga kompetitif dengan kualitas yang handal.

“Saya menduga ada muatan bisnis. Makanya agar terbuka lebar DPR dan Kapolri untuk RDP. Korek keterangan terhadap orang-orang yang berkompeten,” imbuhnya.

Saat ini Bareskrim Mabes Polri telah menahan Yulianus Paonganan, pemilik akun @ypaonganan, sebagai tersangka kasus penyebaran konten pornografi. Yulianus melalui akun Facebook dan juga Twitter miliknya menyebarkan sebuah foto Presiden Jokowi yang duduk bersama artis Nikita Mirzani.

Di dalam foto itu terdapat tulisan #papadoyanlonte. Kalimat yang menjadi tagar itu kemudian dituliskan Yulianus sebanyak 200 kali. Kalimat itulah yang dianggap polisi mengandung unsur pornografi. Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) ini pun dijerat dengan Pasal 4 ayat (1) huruf a dan e Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Dia juga dijerat Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik. Atas perbuatannya itu, Yulianus diancam hukuman penjara minimal enam tahun atau maksimal 12 tahun serta denda minimal Rp 250 juta atau Rp 6 miliar.
(Beb)IMG06686-20151226-1340

loading...