PB, Cianjur-Kondisi terakhir 69 warga Kampung Cimaja RT 05/04 Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang dirawat di UGD RSUD Klas II B Cianjur akibat keracunan makanan peringatan Maulid Nabi di Masjid Al Mu’min berangsur membaik.

Kini, puluhan warga yang terdiri dari 39 laki-laki dan 30 perempuan yang 15 diantaranya anak-anak itu sudah dipindahkan ke ruang Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD Cianjur di lantai dua.

Humas RSUD Cianjur, Dicky Wangsawijaya, mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya perawatan medis sebagaimana mestinya.

“Sudah kami lakukan tindakan penanganan medis dan tindakan seperlunya sejak dini hari tadi,” kata Dicky ditemui di RSUD Cianjur, Senin (28/12).

Menurutnya, kondisi korban keracunan massal tersebut kini sudah berangsur-angsur membaik jika dibandingkan ketika pertama kali datang.

Karena dinilai sudah membaik, ditambah ruang UGD yang tidak dapat lagi menampung membludaknya pasien, 69 warga tersebut kini sudah dipindahkan dari ruang UGD ke ruang Instalasi Rehabilitasi Medik.

“Semua keluhannya sama. Mulai dari pusing, mual hingga muntah-muntah,” jelas dia.

Dari hasil observasi, Dicky meyakini bahwa tingkat keracunan warga itu terbilang masih ringan. Pasalnya, tidak ada satupun korban yang sampai kehilangan kesadaran.

“Masih ringan. Tapi tetap kami lakukan perawatan sampai selesai,” lanjut dia.

Dicky menjelaskan, dengan kondisi dan perkembangaDSC_0618-01DSC_0614-01DSC_0612-01n korban hingga saat ini, ia memperkirakan bahwa perawatan pun tidak akan berlangsung cukup lama.

“Ini mungkin cuma satu hari saja. Itu untuk yang ringan. Untuk yang lebih parah, bisa jadi lebih dari sehari perawatannya,” papar dia.

Hingga kini, Dicky menambahkan, jumlah korban keracunan massal itu masih berjumlah 69 orang. Rinciannya, 39 laki-laki dan 30 perempuan yang 15 di antaranya adalah anak-anak.

“Rentang usianya paling muda 2,5 tahun dan paling tua 80 tahun. Semoga tidak bertambah lagi,” harap dia.

Dicky menjelaskan, pihaknya tidak bisa memastikan apakah benar kejadian luar biasa itu diakibatkan keracunan makanan. Untuk itu, kata dia, diperlukan penelitian laboratorium terlebih dahulu.

“Tapi kalau dari keluhan para warga, iya memang benar itu kuat tanda-tanda dan keluhan yang diakibatkan keracunan,” beber dia.

Sementara, Deden, salah seorang korban keracunan massal mengungkapkan, kondisinya kini sudah cukup membaik.

“Sudah agak enakkan sekarang. Sudah tidak muntah-muntah seperti semalam. Tapi sekarang masih terasa mual,” kata dia.

Total sebanyak 69 warga Kampung Cimaja RT 05/04 Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, harus dirawat di UGD RSUD Klas II B Cianjur akibat keracunan makanan peringatan Maulid Nabi di Masjid Al Mu’min yang diadakan pada Minggu (27/12) malam.

Usai bubaran acara sekitar pukul 23.30 wib, warga dibagikan makanan nasi yang dibungkus sterofoam oleh panitia BKM Masjid. Setelah tidak sampai satu jam makanan disantap warga di rumah masing-masing, warga pun mengeluhkan pusing, mual, lemas dan muntah-muntah.(RH).

loading...