PB, Cianjur-Setelah menunggu dua tahun, akhirnya para pedagang mendapat tempat berjualan baru. Ribuan pedagang dari Pasar Induk Cianjur (PIC), Pasar Bojongmeron dan pedagang kaki lima di sejumlah lokasi itu pun mulai memindahkan barang daganyanny ke Pasar Pasirhayam yang bersisihan dengan Terminal Pasirhayam, Kecamatan Cilaku, Cianjur, Selasa (29/12).

Meski menempati lokasi pasar yang baru, para pedagang pun masih merasa khawatir bahwa nantinya pasar baru itu bakal sepi dari pengunjung.

Pasalnya, selain letaknya yang jauh dari pusat kota, juga disebabkan sarana transportasi yang masih belum memadai dan ongkosnya yang jauh lebih mahal.

Salman, salah dari total 4.383 pedagang yang direlokasi mengatakan, selama dua tahun ini terkatung-katung pasca PIC habis terbakar pada Agustus 2013 lalu. Dirinya tidak mendapat jatah kios darurat yang dibangun di sekitar bekas bangunan PIC yang luluh lantak.

Alhasil, selama dua tahun ini, dirinya pun harus menyewa kios lain agar bisa tetap meneruskan berjualan.

“Tidak tahu kok bisa saya tidak dapat jatah. Padahal nama saya terdaftar,” jelas dia.

“Sampai saat ini saya tidak tahu bagaimana bisa tidak dapat kios darurat. Tidak tahu apakah bukan rejeki atau kalah dengan orang lain,” beber pedagang sembako ini.

Dalam dua hari terakhir ini, dia mulai memindahkan barang dagangannya ke tempat baru. Lokasi sebelumnya pun, kata Salman, sudah mulai dibongkar Satpol PP.

Meski lokasinya baru namun harus tetap mendapat dukungan pemerintah, salah satunya promosi. Pasar Pasir Hayam tidak berada di pusat kota. Lokasinya pun sulit diakses, karena meski berdekatan dengan terminal namun tidak ada trayek yang melintasi pasar. Masyarakat harus berjalan kaki untuk sampai ke pasar seluas 8,2 hektar itu.

Berdasarkan pantauan, sejumlah pedagang mulai memindahkan barang dagangannya ke lokasi baru. Setiap pedagang telah memiliki tempat tersendiri setelah sebelumnya didata. Beberapa pedagang mencoba memperluas dagangannya dengan menambahkan meja kayu di pinggiran kios.

Uniknya, bila pedagang lain masih membereskan dagangannya, pedagang makanan dan minuman telah berjualan lebih dulu. Rupanya, mereka berjualan untuk para pedagang yang sedang membereskan dagangannya.

Seperti yang dilakukan Ujang (25). Pedagang makanan ringan dan kopi ini mengaku sudah dua hari berjualan. Dia memilih berjualan lebih awal karena mengetahui para pedagang lain yang tengah pindahan pasti kehausan dan lapar sehingga membutuhkan pedagang makanan dan minuman.

“Sudah dua hari jualan. Lumayan hasilnya,” kata dia.

Ujang adalah salah seorang pedagang yang menempati kios 235 di blok F. Blok ygng berada di paling ujung komplek Pasar Pasirhayan ini diperuntukkan bagi pedagang sandang dan dihuni pedagang dari Pasar Bojongmeron. Sayangnya, karena belokasi di paling belakang, untuk sampai ke blok F harus melewati blok basah yang ditempati para pedagang daging dan ikan.Pasar (3)Pasar (1)

“Harusnya ada jalan lagi ke belakang jadi kami tidak paling ujung. Tapi tidak tahun ke depannya bagaimana, siapa tahu ada perubahan lagi, jalan ke belakang dibuka,” kata dia.(RH)

loading...