PB, Cianjur – Puluhan warga dari Kampung Cisirih, Desa Sukasirna, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (29/12) siang, menyerbu lokasi proyek pembangunan PT Pou Yuen Indonesia Cianjur tahap dua yang berlokasi di Kampung Lembursawah, Desa Sukasirna, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur.

Kedatangan sekitar 40-an perwakilan warga itu menuntut pihak pengembang untuk memberikan hak kerjasama pengerjaan proyek sebagaimana yang sudah tertuang dalam MoU dengan warga sekitar sebelum adanya proyek pembangunan tahap pertama dimulai.

Yusuf bahrudin salah seorang warga Kampung Cisirih RT 04/04, Desa sukasirna, menyatakan, berdasarkan MoU tersebut, pihak perusahaan berjanji akan mengikutsertakan warga sekitar untuk ikut dalam proyek pengerjaan perusahaan yang memproduksi sepatu merk Nike itu.

Namun pada kenyataannya, meski sudah berkali-kali menjalin komunikasi dan menagih janji, hal itu tidak mendapatkan tanggapan yang selayaknya.

“Kami ini menuntut hak dari perjanjian itu. Kami tidak minta uang. Sedangkan warga sekitar juga banyak yang tidak bekerja akibat sawahnya dijadikan pabrik,” tegas dia.

Bahkan, lanjut Yusuf, dirinya sudah bertemu dengan pihak manajemen pengerjaan proyek untuk menanyakan perihal tersebut. Tapi, jawaban yang diterimanya malah tidak mengenakkan.

“Dari pihak enginering bilang tidak mau menerima mandor lokal. Mandor harus dari bawaan dia sendiri. Trus buat apa MoU dulu itu dibuat?” kecam dia.

Yusuf mengakui, sebelumnya memang warga diberi bagian pengerjaan. Namun skalanya cukup kecil sehingga tidak bisa menarik warga sebagai pekerjanya dalam jumlah banyak.

“Cuma mengerjakan pagar dan pos satpam saja. Kan cuma sedikit warga yang bisa kerja dan waktunya cuma sebentar,” lanjut dia.

Yang paling membuat kesal warga adalah perkataan salah seorang pengawas proyek pembangunan yang malah terkesan menantang warga dan menafikkan MoU yang pernah dibuat pada tahun lalu.

“Dia bilang kalau mau dihentikan proyeknya ya hentikan saja. Saya malah senang kalau diliburkan. Memang saya juga butuh libur kok,” beber Yusuf menirukan Heru Widodo yang duduk sebagai Site Manager Pengawas PT CKI kepadanya.

Karena itu, puluhan warga yang kesal pun kemudian menyegel gerbang masuk ke lahan proyek dengan menggunakan rantai dan gembok.

Sementara, salah satu tokoh masyarakat Desa Sukasirna, Abah Dudung, sangat menyesalkan pernyataan pihak manajemen yang dinilainya sangat arogan.

Padahal, kesepakatan pun sudah pernah dibuat agar bisa mengakomodasi warga untuk mendapatkan pekerjaan.

“Seharusnya perusahaan juga bisa bertindak bijak dan tidak arogan seperti itu. Setidaknya, hormati warga dan kesepakatan MoU-nya,” sesal dia.

(RH)

loading...