TTS_2310PB, Cianjur-Ratusan warga yang menamakan diri Gerakan Rakyat Menggugat (Geram), menduduki ruang siang rapat paripurna gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur, Senin (28/12). Mereka menuntut agar dewan membentuk panitia khusus (pansus) pilkada yang tidak lagi netral dan jauh dari nilai-nilai demokrasi.

Dengan pengawalan ketat aparat kepolisian Resor Cianjur, ratusan massa pun menggelar orasi tepat di depan gedung dewan di Jalan KH Abdullah bin Nuh, Cianjur.

Selain berorasi, ratusan massa itu juga menggelar sejumlah poster dan spanduk yang salah satunya bertuliskan ‘Rakyat bersuara, Dewan diam saja. Sariawan?’ yang dibentangkan di depan gedung dewan.

Selain itu, ratusan massa itu juga menuntut agar anggota dewan turut andil dalam perjuangan menegakan perubahan di Kabupaten Cianjur. Hal itu dikarenakan massa menilai bahwa dalam pilkada Cianjur telah terjadi kecurangan yang terstruktur, masif dan sistematis yang lebih condong bertujuan untuk memenangkan paslon anak bupati Irvan Rivano Muchtar.

Selama lebih kurang dari satu jam, massa terus berorasi di halaman gedung dewan tanpa dihadiri oleh satupun anggota dewan. Pasalnya, pada waktu bersamaan, anggota dewan tengah menggelar rapat paripurna pembahasan Rancangan peraturan Daerah (Raperda) semester kedua tahun 2015.

Saat rapat paripurna usai dan peserta rapat membubarkan diri, massa sempat akan menghadang kendaraan dinas Sekda, Oting Zaenal Mutaqin dan kendaraan Kepala Dinas lainnya yang hadir. Beruntung kepolisian langsung bisa menenangkan massa, sehingga hal itu tidak terjadi.

Massa pun langsung memasuki ruang sidang paripurna untuk menggelar pertemuan dengan ketua fraksi dan pimpinan dewan. hal itu pun membuat anggota dewan lainnya langsung meninggalkan ruang rapat yang dipenuhi oleh massa tersebut.

Dalam pertemuan tersebut massa menuntut anggota dewan untuk menandatangani fakta integritas dan membentuk Panitia Khusus (pansus) untuk mempersiapkan bukti yang akan dibawa saat sidang di Mahkamah Konstitusi, 7 Januari 2015 mendatang.

Namun, Ketua DPRD Kabupaten Cianjur dari Fraksi Partai Demokrat, Yadi Mulyadi, enggan menandatangani fakta integritas tersebut. Akibatnya, hal itu langsung menyulut emosi dari massa yang hadir.

“Kacung Bupati Tjejep da maneh mah Yadi, PAW we (Kacung bupati kamu, Yadi. PAW saja, red),” pekik salah seorang massa.

Beruntung emosi bisa diredam setelah koordinator aksi, Ace Muslihat, menenangkan massa.

Yadi menuturkan, ia memilih tidak menandatangani surat tersebut bukan karena enggan. Namun, dirinya ingin terlebih dulu berkoordinasi dengan pimpinan partai. Selain itu, ia ingin menunjukan konsistensi dalam menyatakan sikap politik.

“Pimpinan saya itu ketua partai, makanya saya akan berkoodinasi dulu dengan pimpinan Partai Demokrat. Ini juga sebagai bentuk pengajaran jika saya konsisten dengan sikap yang diambil,” kata dia.

Sementara itu Ketua Tim Relawan Dosen Muda Cianjur, Ridwan Mubarak, mengatakan, konsistensi anggota legislatif patut dipertanyakan, terlebih dengan minimnya perolehan suara paslon nomor urut tiga, Suranto-Aldwin Rahadian (Oki) dalam pilkada lalu.

“Jika memang benar sudah maksimal, tentu bisa menang. Mereka telah dipecundangi oleh tim paslon lain, delapan partai, kalah oleh tiga partai. Makanya kami ingin mereka mempertegas lewat penandatanganan fakta integritas ini,” kata dia.

Sementara itu, Koordinator Aksi, Ace Muslihat menuturkan, tuntutan untuk menandatangani fakta integritas tersebut hanya sebagai bentuk kepastian untuk bersama mendukung pemenangan paslon di proses hukum di MK.

“Mereka itu rekan kami, kami pun tahu mereka tetap konsisten mendukung palson Suara. Tapi kami harap ada kesepahaman lebih lanjut,” tegas dia.

Menurut Ace, aksi tersebut akan terus dilakukan guna memperjuangankan perubahan di Kabupaten Cianjur dan lepas dari dinasti kekuasaan yang dibangun bupati Tjetjep Muchtar Soleh yang secara terang-terangan menggunakan segala cara untuk mewariskan kekuasaannya di Cianjur kepada anaknya.TTS_2276TTS_2301

“Kami tidak akan berhenti sampai di sini saja. Kami akan menggelar aksi lagi pada 4 Januari mendatang dengan massa lebih banyak,” tutup Ace.(RH)

loading...