PB Jakarta, Perkembangan narkoba di Indonesia dalam taraf mengkhawatirkan, hingga Indonesia menjadi negara sasaran peredaran gelap narkoba berskala Internasional. Hal tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kondisi “Darurat Narkoba”. Ini diungkapkan saat Press Conference “Refleksi Akhir Tahun 2015 Kejaksaan RI”, (30/12) di Kejaksaan Agung.

Tahun 2015, Penyalahguna Narkoba mencapai 5,8 juta jiwa dengan angka kematian mencapai 33 orang perhari, Kejaksaan telah menangani perkara Tindak Pidana Narkotika dan Psikotropika sebanyak 23.183 perkara atau mencapai peningkatan sebesar 60-80 persen dari keseluruhan tindak pidana yang ditangani disuatu daerah, antara lain wilayah hukum Bali, Jakarta, Banten, Aceh, Medan, Lampung, Makassar.

Hingga pada tanggal 18 Januari 2015 dan 29 April 2015. Kejaksaan Agung melaksanakan eksekusi terpidana mati terhadap 14 orang yang terkait narkoba namun tetap mengedepankan hak-hak hukum terpidana mati, antara lain hak meminta grasi kepada Presiden.

Kondisi “Darurat Narkoba”  tersebut menjadikan Kejaksaaan berkomitmen untuk  mensukseskan program “Rehabilitasi 100.000 pecandu narkoba” melalui peranan aktif jajaran Kejaksaan dalam Tim Assesmen Terpadu. (Hefrizal)

loading...