PB Jakarta, Tutup akhir tahun 2015 Kejaksaan Agung RI menggelar jumpa pers di gedung Sasana Pradana Kejaksaan Agung dengan Tema “Refleksi Akhir Tahun 2015”, Rabu (30/12). Acara yang berlangsung selama 3jam tersebut dihadiri oleh Wakil Jaksa Agung, Jampidsus, Jampidum, Jamwas, Jamdatun, Jambin, Jamintel serta Kepala Badan Diklat.

Dalam sambutannya Jaksa Agung, mengatakan bahwa acara tersebut ditujukan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kinerja Kejaksaan Agung RI, sekaligus bentuk pertanggungjawaban terhadap amanah masyarakat untuk mendukung dan menghadirkan hukum yang berkeadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia. “Refleksi tersebut merupakan evaluasi terhadap apa yang telah, sedang dan akan dikerjakan terhadap masalah-masalah hukum yang terjadi” Ujar Jaksa Agung. “ini merupakan upaya-upaya kejaksaan dalam menangani hukum di Indonesia.” tambahnya.

Secara umum, rancang bangun arah kebijakan dan strategi Kejaksaan RI dirumuskan dalam Peraturan Jaksa Agung RI Nomor : PER-010/A/JA//06/2015 tentang Rencana Strategis Kejaksaan RI tahun 2015-2019, yang mencakup 15 sasaran strategis Kejaksaan sebagi bentuk komitmen pencapaian kebijakan umum pemerintah sebagaimana termuat dalam RPJMN tahun 2015-2019, yang memberikan penekanan pada 9 (sembilan) agenda pembangunan nasional (NAWA CITA), khususnya agenda “Memperkuat kehadiran Negara dalam melakukan reformasi sistem dan penegakkan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya”

Kejahatan dan tindak pidana dari waktu ke waktu tumbuh semakin masif dan agresif,  pola kejahatan semakin canggih dan menjangkau lintas negara. sehingga dalam penanganannya diperlukan pemanfaatan tekhnologi dan informasi serta kerjasama antar instansi, bukan hanya dalam negeri tetapi juga internasional.

Disisi lain, pertumbuhan ekonomi nasional yang sedang mengalami perlambatan, perlu mendapat perhatian lebih dan segera dicari solusinya, karena akan berdampak pada meningkatnya kejahatan apabila dibiarkan.

Indeks Persepsi Korupsi (IPK)  Indonesia dari tahun ke tahun belum menunjukkan peningkatan yang signifikan, di tahun 2014 IPK Indonesia masih diangka 3,4 serta berada diperingkat 107 dari 175 negara, jauh dibawah negara tetangga seperti : Singapura, Malaysia, Philipina, dan Thailand. (Hefrizal)

loading...