PB, JAKARTA- Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi menyampaikan kuliah umum bertema wawasan kebangsaan di depan warga Rutan Salemba, Jakarta Pusat. Dalam ceramahnya, Edy membeberkan soal kecintaannya  terhadap  negara.

Edy bercerita pengalaman hidupnya yang pernah menjadi tahanan sebelum jadi tentara. Keluar dari penjara, dia bercita-cita jadi tentara. Menurutnya, cinta kepada bangsa yang membuat dirinya memutuskan menjadi tentara untuk memberikan sumbangsih bagi  negara.

“Saya menyayangi bangsa ini, kalau begitu saya juga harus menyayangi apapun yang ada di dalam bangsa ini. Salah satunya saudara-saudara saya yang menggunakan baju-baju putih ini (tahanan),” kata Edy di Lapangan Rutan Kelas I Salemba, Jalan Percetakan Negara, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (30/12).

Menurut Edy, Wawasan kebangsaan , berawal dari rasa sayang kepada sesama. Terutama pada keluarga, terlebih pada ibu dan ayah. Edy pun bertanya apakah semua tahanan mencintai ibu mereka. Serempak, para tahanan pun menjawab sayang.

“Mana pula, kalau cinta sama Ibu, tidak mungkin kalian masuk penjara,” kata Edy disambut gelak tawa seluruh tahanan.

Dalam pemaparannya, Edy menyampaikan kuliahnya secara santai. Ratusan tahanan pun terus dibuat tertawa geli mendengar  candaaan pria berdarah Medan ini.

“Saya tidak mau banyak menjelaskan teori-teori wawasan kebangsaan. Buku wawasan kebangsaan tebalnya 290 halaman, nanti tidur pula kalian, coba tengok video dulu biar enggak ngantuk,” ujarnya.

Tayangan video pun diputar di enam layar proyektor. Video berisi muatan perjuangan seorang ibu merawat anaknya dari kecil hingga besar. Video itu menyentuh hati para tahanan. Isak tangis terdengar dari para tahanan. Air mata pun keluar dari mata mereka.

“Saya yakin belum tentu orang di luar sana lebih baik dari orang yang di dalam sini. Lebih baik dihukum di dunia daripada dihukum di akhirat. Masih ada kesempatan untuk kita memperbaiki semua,” tutur Edy.

Edy menegaskan, bela negara butuh perjuangan  dan pengorbanan. “Saya cinta keluarga saya, tapi saya lebih cinta negara ini. Ini pengorbanan saya. Kita sesama anak bangsa harus memikirkan negara, kalau bukan kita, siapa lagi? tidak mungkin memanggil orang Belanda, orang Singapura, Malaysia, mengurus bangsa ini. Bela negara wajib bagi semuanya termasuk saudara-saudara yang ada di sini,” pungkasnya. (Beb)IMG-20151230-00412IMG-20151230-00404

loading...