PB Jakarta, Sesi Tanya Jawab saat Press Conference Refleksi Akhir Tahun 2015 Kejaksaan RI antara Jaksa Agung M. Prasetyo, di Sasana Pradana Kejaksaan Agung RI Jl. Sultan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru Jaksel, Rabu (30/12), Jaksa Agung membahas masalah Yayasan Supersemar serta Freeport.

Pada kesempatan tersebut Jaksa Agung mengatakan bahwa dalam kasus Supersemar, posisi Kejaksaan sebagai Pihak yang berkepentingan yang mewakili negara dalam menggugat perdata termasuk dalam menjalankan putusan tersebut. Jaksa Agung mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pendekatan-pendekatan, dan sudah berupaya mempertemukan, tapi nampaknya pihak termohon tidak hadir, sehingga harus diulangi lagi.

“Kita berharap supaya pihak Supersemar dengan sukarela memenuhi putusan pengadilan, dengan demikian akan lebih mudah penyelesaiannya. namun apabila tidak terpenuhi, tugas kita menelusuri asset-asset Supersemar dan itu telah kita lakukan.” ujar Jaksa Agung “Ada sebagian saham yang ada di Kosgoro, ada tanah di Mega Mendung, termasuk deposito yang tersimpan di beberapa bank, kita meminta diblokir dan bank nampaknya mau memenuhi permintaan kita” ucap Jaksa Agung kembali.

“Saya berharap penanganan kasus yayasan supersemar tersebut akan segera selesai.
Jadi jangan lagi ada anggapan bahwa Kejaksaan tidak serius, tidak sungguh-sungguh atau apapun sebutannya dalam menangani kasus supersemar tersebut”. Lanjut Jaksa Agung.

Terkait masalah Freeport Jaksa Agung mengatakan bahwa masalah freeport masih berjalan terus. Sudah 16 saksi dimintai keterangan termasuk ketingkat penyelidikan. “Yang bersangkutan yang menjabat sebagai anggota DPR tentunya ada prosedurnya, kita tinggal tunggu prosedur itu berlangsung” lanjut Jaksa Agung.

“Masalah freeport kita tidak berhenti, kita akan jalan terus, tetapi secara prosedure harus kita lalui dan akan kita lakukan sebaik-baiknya” Ucap Jaksa Agung

Sedangkan masalah pemanggilan Riza Chalid, Jaksa Agung mengatakan bahwa pihaknya  mendapat penjelasan dan kepastian dari Menkum dan HAM, bahwa yang bersangkutan ada diluar negeri. “Kita sudah berbicara dengan Pak Kapolri untuk nantinya meminta bantuan bagaimana menghadirkan yang bersangkutan” Tutur Jaksa Agung.

“Sekarang ini masih dalam penyelidikan  penyelidikan baru mencari tersangkanya siapa. meskipun masyarakat menilainya sudah terang benderang, tetapi secara hukum belum bisa seperti itu. kita belum bisa men justifikasi orang menjadi tersangka atau apapun, sebelum kita memiliki bukti yang kuat, dengan fakta yang jelas sehingga pernyataan seseorang menjadi tersangka sudah terback up dengan bukti-bukti yang cukup” Lanjut Jaksa Agung.

Jaksa Agung mengatakan bahwa sampai sekarang pihak Riza Chalid belum hadir, :kita sudah undang dan sampaikan ke alamat-alamatnya”

“Kita berharap yang bersangkutan mendengar ini, dan memenuhi panggilan kita dengan baik. sebagai warga negara yang baik ketika dipanggil secara patut dan layak, hendaknya bisa datang untuk memenuhi panggilan ini. Jadi tidak perlu harus dilakukan penjemputab secara paksa atau dinyatakan sebagai DPO, hingga nantinya kita melalui Polri bisa minta bantuan kepada Interpol.” Sambung Jaksa Agung (Hefrizal)

loading...