PB, Jakarta – Sebuah media yang dinamakan HarianJokowi, memuat berita tentang manfaat dan kegunaan tol laut yang dipakai untuk mengangkat sapi dari Daerah Nusa Tenggara Timur ke seluruh Indonesia.

Berita yang diposting pada tanggal 21 Desember 2015 lalu, memberikan judul biaya angkutan sapi yang dulunya Rp. 1,8 juta bisa dipangkas menjadi Rp. 320 ribu.

Namun berita tersebut di klaim hanya sebuah pembodohan kepada masyarakat yang membaca media pro Jokowi.

Biaya angkut sapi dari NTT ke Jakarta tetap Rp. 1,8 juta, namun adanya subsidi dari Kementerian Perhubungan sebesar Rp. 1,5 Juta per ekor, maka biayanya dipangkas menjadi Rp. 320 ribu.

Sementara yang menikmati subsidi para pemilik sapi, dan harga daging sapi di Jakarta juga tidak turun dari tahun lalu, bahkan Natal dan Tahun Baru malah sempat naik.

Seperti yang diutarakan ibu Tutut warga Petukangan, mengakui harga daging di pasar kebayoran tetap seperti biasanya, ” kemarin waktu Natal dan Tahun Baru malah naik,” ujar Tututt yang baru tahu kalau daging sapi di Jakarta ternyata sebagian dari NTT.

Berbeda dengan NTT, di kepulauan Natuna warga malah merasa terbebani dengan harga angkut Tol Laut milik pemerintah, ” Tol laut udah nyampe ke Natuna, tapi masyarakat kecewa harganya lebih mahal 2x lipat dari kapal kargo biasa,” tulis Dadang Otrismo melalui akun twitternya.

Dan lanjut Dadang, persoalan mahalnya angkutan ini mengakibatkan masyarakat tidak mau menggunakannya lagi, akhirnya kapal Tol Laut ini hanya sekali datang itupun waktu peresmian saja.

(Jall)

loading...