PB, Jakarta – Adanya wacana  yang nama-nama yang mencuat terkait pengganti Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, membuat sejumlah elemen angkat bicara terkait ihwal tersebut.

Salah satunya datang dari Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98). 

“Terlalu pagi kalau saat ini sudah menentukan nama calon Kapolri pengganti Jenderal Badrodin Haiti,” kata Ketua Dewan Presidium JARI 98 Willy Prakarsa, Senin (4/1/2016).

Bahkan, lanjut Willy, wacana tersebut dianggap telah mendahului hak prerogatif Presiden Joko Widodo  (Jokowi).

Pasalnya, meski tinggal beberapa bulan lagi namun sudah mulai membeberkan beberapa nama calon pengganti Badrodin. 

“Semuanya harus kembali ke Presiden,” tandasnya.

Menurut Willy, sejatinya Badrodin bersama seluruh jajarannya telah berusaha sekuat tenaga untuk menjalankan program Nawacita dan Revolusi Mentalnya yang sudah selama ini dagadangkan oleh pemerintah Jokowi-JK. Untuk itu, memunculkan nama calon pengganti tergolong tidak etis.

“Sangat tidak etis jika memunculkan nama calon Kapolri, karena terlalu dini, tidak ada yang mampu dan sanggup mendikte Presiden Jokowi yang kerap meminimalisir kegaduhan baik persoalan hukum maupun politik,” pungkasnya.

Diketahui, beberapa waktu lalu marak pemberitaan di media massa maupun media elektronik terkait nama calon pengganti Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti.

Adapun nama yang sempat mencuat diantaranya Komjen Budi Gunawan dan Komjen Dwi Priyatno.

(Willi) 

loading...