PB, JAKARTA- Temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait adanya peserta pilkada serentak 2015 yang memiliki kekayaan minus, berupa utang lebih besar dari jumlah kekayaannya.

Hal tersebut menimbulkan kecurigaan bagi lembaga antirasuah ini . KPK menduga, mereka menggunakan dana sponsor dalam membiayai kegiatan kampanye mereka.

Menurut Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi,  Pahala Nainggolan , KPK  berencana mendalami terkait calon kepala daerah nekat ikut pemilihan kepala daerah  dengan dana yang diduga hasil utang.

“Januari akhir, Kuesioner dan tim sedang disiapkan,” ujar Pahala di Jakarta.

Pahala  mengatakan, KPK akan mendatangi Komisi Pemilihan Umum di daerah-daerah, yang di wilayahnya dilaksanakan pilkada serentak, Desember tahun lalu.

Peserta pilkada yang memiliki harta minus ini akan ditanya soal keikutsertaannya dalam pilkada serentak. Hal utama yang dikejar adalah masalah dana kampanye. Apakah mengandalkan sumbangan atau ada sponsor yang menyumbang.

Jika berasal dari sponsor, KPK akan mendalami janji yang diberikan calon kepada daerah kepada sponsor untuk mengganti dana yang telah diberikan.
(Beb)

loading...