Pj Bupati Purworejo meninjau GOR WR Supratman didampingi Ketua Kimite PembangunanPB Purwerejo, Setelah tiga tahun lebih tidak tidak jelas statusnya, akhirnya hasil Pembangunan Gedung Olah Raga (GOR) WR Supratman bantuan Kemenpora senilai Rp 5 miliar dianggap selesai dan secara resmi hasil pembangunan diserahkan ke Pemkab Purworejo Senin malam (11/1).

Penyerahan dilakukan di Ketua Komite Pembangunan Angko Setiyarso Widodo didampingi Kabag Kesra Bambang Aryawan MM dan Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Drs Muh Wuryanto MPd kepada Pj Bupati Purworejo Agus Utomo di ruang Pringgitan Pendopo Kabupaten Purworejo.
“Secara resmi malam ini hasil pembanguan GOR WR Supratman sudah diserahkan ke Pemkab Purworejo oleh Ketua Komite Pembangunan. Penyerahan dilakukan setelah ada pengecekan dari pemkab jika secara administrasi pembangunan GOR tidak ada masalah. Dengan penyerahaan ini maka GOR sudah bisa digunakan untuk masyarakat,” kata Pj Bupati Purworejo usai proses penyerahan hasil pembangunan GOR.

Kata Pj Bupati Purworejo, setelah penyerahan tersebut dirinya akan segera melaporkan ke Kemenpora di Jakarta. “ Saya akan langsung ke Kemenpora untuk melaporkan hasil pembangunan GOR dan syukur-syukur bisa bisa meminta bantuan lagi untuk pembangunan stadion sepak bola,” ucapnya.

Dijelaskan, terkait hukum yang masih ditangani oleh Kejaksaan Negeri Purworejo atas pembangunan GOR yang diduga bermasalah, dirinya menilai hal tersebut bukan menjadi persoalan dalam serah terima tersebut. Dirinya sudah komunikasi dengan Kajari dan secara fisik GOR tidak ada masalah. “Yang tersangkut hukum adalah perorangannya jadi proses hukumnya tetap jalan terus,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Purworejo Albert mengaku tidak tahu menahu mengenai penyerahan hasil pembangunan GOR oleh Ketua Komite Pembangunan kepada Pemkab Purworejo. “Yang perlu diperjelas apakah serah terima tersebut sudah sesuai prosedur,” kata Albert.
Menrutnya, meski hasil pembangunan GOR WR Supratman sudah diserahkan namun proses hukum terus berlanjut. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil penghitungan oleh pihak ke tiga. “Dari hasil perhitungan itu nantinya akan diketahui apakah ada kerugian negara,” ungkapnya.  (WARDOYO)

loading...