PB Tangerang, Pengawasan publik area menjadi penting untuk antisipasi munculnya agen-agen, cv maupun PT-PT yang semakin marak tanpa adanya ijin domisili maupun peruntukan usaha yang legal.

Hal ini perlu dilakukan pembenahan secara signifikan baik dari tingkat pemerintahan terbawah sampai ketingkat atas, yakni RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, sudin terkait, dinas terkait, walikota, bupati, gubernur bahkan sampai tingkat kementerian.
Semua tidak bisa menutup mata, indikasi yang sering ditemui banyaknya perusahaan-perusahaan yang tidak memiliki ijin resmi tetapi tetap masih lakukan produksi. Dalam hal ini siapa yang disalahkan? Ataukah ada dugaan pemback-upan dari instansi terkait, TNI, kepolisian atau lainnya sehingga perusahaan-perusahaan illegal yang semakin merebak dengan leluasa memainkan roda perekonomian wilayah. Bisa dikatakan konteks kasus-kasus seperti ini adalah maling berdasi atau maling bertopeng negara.

Seperti Agent semen bermerk MU Mortal berskala rumah tanpa plang papan sebagai pengalihan pajak diduga tidak memiliki ijin resmi.

Pasokan melebihi 6 (enam) truk puso setiap harinya yang bermuatan penuh antri didepan rumah yang bertembok tinggi dan memiliki gerbang berwarna biru, tepat didepan POM bensin 34 – 15406, Jl. Aria Putra Ciputat, No. 109.

Anjas, bagian perijinan kelurahan kedaung saat dikonfirmasi mengatakan, “sampai saat ini tidak ada persuasive ijin dari pihak agen semen tersebut ke kelurahan kedaung, kecamatan pamulang.” Ujarnya. Bahkan dirinya sempat marah kepada pemilik agen semen MU Mortal dan akan mendatangi keusahanya itu.

Permasalahan yang timbul akibat antrian-antrian truk puso muatan semen MU Mortal milik (Rudy.red/info karyawannya) sangat mengganggu traffic lalu lintas didepan POM bensin 34-15406.

Bukan hanya antrian truk-truk puso bermuatan semen penuh, tetapi dampak pencemaran lingkungan yang diakibatkan debu-debu semen cukup mengganggu warga sekitar.

Saat dikonfirmasi ulang, mandor agen semen yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan ”kata bos saya, akan didatangkan kemari dari mabes polri, RT, RW, kelurahan, camat, ormas, koramil, dan ada 2 media lain untuk duduk bareng.” ucap mandor agen semen.

Pernyataan mandor agen semen dibantah keras oleh tim sumberita,”yang kami inginkan agen semen illegal ini harus di TUTUP…”

Sebagai control sosial publik, kami meminta kepada pihak instansi terkait dalam hal ini kelurahan kedaung, kecamatan pamulang tangerang selatan sampai ke tingkat dinas perijinan dan inspektorat untuk mempertanyakan ijin usaha agent semen MU Mortal dengan legalitas hukum yang jelas. Dan kami meminta kepada pihak kepolisian Tangerang Selatan agar menindak pelanggaran agen semen tanpa ijin resmi ini. (pimrd sb/qwil.birotgr)

loading...