PB, Jakarta – Benarkah penggeledahan penyidik KPK yang mendatangi gedung DPR RI dianggap amburadul, dengan membawa para personil Brimob bersenjata lengkap dan surat perintah yang terkesan banyak kesalahan.

Pernyataan ini diungkapkan oleh para netizen dengan bentuk hestek #KPKAmburadul

Menurut Abdullah Kelrey gedung DPR RI sejatinya adalah gedung milik negara, bukan rumah kediaman para teroris, yang harus digeledah dengan menggunakan pengawalan senjata lengkap, apalagi aparat Brimob harus menggunakan baju anti peluru.

” Jangankan Brimob bersenjata lengkap, para penyidik jika datang sendiri dengan membawa senjata, dijamin tidak akan ada yang berani mengganggu,” ujar Dullah.

Menurutnya kisruh antara Fahri Hamzah dan salah satu penyidik KPK Christian harusnya menjadikan KPK lebih bisa meningkatkan profesional mereka.

” Apalagi dalam surat perintah nama Christian tidak tercantum untuk turut serta dalam penggeledahan,” ujarnya mengutip beberapa berita yang tersiar terkait dengan keberadaan nama Christian dalam surat perintah.

Dullah memaklumi kinerja KPK apabila dalam melakukan penyelidikan hingga ke penggeladahan tidak dibeberkan keluar kepada khalayak ramai.

” Mungkin dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka Damayanti (Anggota DPR dari PDIP), menyebutkan nama-nama yang digeledah KPK di gedung DPR, namun caranya memang sembrono,” ujar Dullah.

Penggunaan aparat pasukan tempur Brimob, milik institusi Polri memang terkesan oleh masyarakat sudah dianggap berlebihan dalam penggeledahan di gedung DPR.

Mengingat gedung tersebut adalah para wakil rakyat, bukan sarang pelaku kejahatan yang akan membalas dengan melakukan kekerasan dengan senjata, ” KPK harus bisa lebih profesional mengungkap penyelidikan di lapangan,” ujar Dullah yang juga sebagai Ketua Umum Nusa Ina Institute.

(Jall)

loading...