PB Jember, Selasa (19/1) pagi, sebanyak 17 pasangan warga non muslim Kabupaten Jember melaksanakan nikah secara massal di kantor Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Dipendukcapil) Kabupaten Jember. Sebelumnya Dispendukcapil sudah menikahkan sekitar 31 pasang di Kecamatan Umbulsari pada tahun 2014. Untuk tahun 2015 bertempat di gereja Santo Yoseph, ada sekitar 19 pasang. "Kali ini pada 2016, hanya ada 17 pasang saja," ungkap Arief Tjahyono kepada sejumlah media.

Salah satu pasangan yang melakukan akad pernikahan, kata adalah Bejo Wiyarto (75) dan Katemi (50), warga Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, wajahnya tampak senang. Pasangan tersebut kata Arief sangat terlihat begitu bahagia, setelah pernikahannya di sahkan oleh kantor Dispendukcapil dan telah berjalan selama 25 tahun. "Akhirnya beberapa pasangan telah tercatat secara resmi di Dispendukcapil Kabupaten Jember, hari ini," ujarnya. Yang wajahnya bersinar cerah ternyata tidak hanya Bejo, yang mengalami hal yang sama. Ada 16 pasangan suami istri lainnya, juga sangat bahagia, setelah mengikuti pelayanan pencatatan perwakinan non muslim secara massal tersebut.

Menurut Arief, mayoritas pasangan yang hari ini dicatat perkawinannya secara massal, disebabkan karena ketidaktahuan mereka. “Bukan karena tidak mampu, mereka hanya tidak mengetahui saja,” katanya. Pelayanan pencatatan perkawinan non muslim secara massal, sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. “Sejak tahun 2014, kami sudah mulai melakukan pencatatan ini, untuk itu kedepan akan terus kami lakukan,” paparnya.

Raut wajah yang senang terlihat dari salah satu pasangan yang telah melakukan akad nikah. “Sangat senang saya, karena akhirnya setelah 25 tahun, pernikahan saya sudah tercatat secara resmi,” ungkap Bejo Wiyarto. Dia mengaku, baru mengetahui jika proses perwakinan yang sudah dilaksanakan di gereja, harus dicatatkan di dinas terkait. “Saya tidak tahu kalau perwakinan juga harus dicatatkan disini (red: Dinas Kependidikan dan Pencatatan Sipil), dulu hanya diberkati di gereja,” ucap bapak dua orang anak ini.

Hal senada disampaikan pasangan lainnya, Ignatius (70) dan Sri Hartati (65), warga Kecamatan Tanggul. “Saya juga gak tahu kalau harus dicatatkan, perkawinan kami sudah berlangsung selama 45 tahun,” bebernya. Igantius mengaku lega, karena saat ini telah memiliki dokumen resmi tentang pencatatan pernikahan. “Sangat bahagia sekali, dan saya bersyukur kepada tuhan,” tuturnya melalui telpon. ( Tiek)

loading...