PB Jakarta, Tim Penyidik Kejaksaan Agung lakukan pegembangan kasus Tindak Pidana Korupsi Penerimaan Kelebihan Bayar atas Pembayaran Pajak PT. Mobile 8 Telecom (PT. Smartfren) Tahun Anggaran 2007-2009, Selasa (19/1). Dalam penyidikan tersebut tim Kejaksaan Agung mengagendakan pemeriksaan terhadap lima orang saksi, yaitu ; Johan Djaja – Mantan Komisaris PT. TDM Aset Manajemen dan Pasar Modal,  Deden Deni Setiadi – PNS/ Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Pekanbaru, Suwarsono – PNS/ Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Semarang, Osman Sitorus – Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Eny serta Suhartono – Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja Suhartono.

Namun Hanya  Tiga orang Saksi yang hadir memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 09.00 Wib. Terhadap saksi Deden dan Saksi Suwarsono, pemeriksaan pada pokoknya mengenai  Kronologis Prosedur pelaksanaan penghitungan atas permohonan kelebihan pembayaran Pajak yang dimohonkan oleh PT. Mobile 8 Telecom yang dilakukan oleh para Saksi yang saat itu bertugas di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Perusahaan Masuk Bursa (PMB) Jakarta.

Sedangkan terhadao Saksi Suhartono, penyidik menanyakan Kronologis pelaksanaan audit yang dilakukan oleh Saksi selaku Auditor IndependenAkuntan Publik Pada Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja Suhartono atas laporan keuangan yang diterbitkan oleh PT. Mobile 8 Telecom di Tahun 2008.

Adapun Saksi Johan Djaja (Mantan Komisaris PT. TDM Aset Manajemen dan Pasar Modal) dan Saksi Osman Sitorus (Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Eny) Hingga siaran pers dibuat, tim penyidik masih menunggu kehadiran saksi tersebut. (Hefrizal)

loading...