PB Lumajang, Ratusan warga Desa Sumber Wuluh Kecamatan Candipuro Lumajang menggelar aksi unjuk rasa ke lokasi Tambang Pasir CV. Duta Semeru di aliran lahar hujan gunung semeru desa setempat, Senin pagi (18/01) kemarin.
Dalam aksinya massa menutup paksa aktivitas penambangan dengan memblokir jalan area pertambangan dengan menggunakan bambu dan kayu. karena dinilai tak menguntungkan bagi warga setempat.

“Lihat sendiri pak banyak lubang dalam yang dikeruk,” ujar Ismail salah satu massa saat ditanya wartawan pagi tadi.

Lebih lanjut ia mengatakan jika pihak CV.Duta Semeru telah menambang di sejumlah lahan warga, sementara warga tidak diberikan kompensasi.
“Ini lahan saya mas, dan masih banyak lahan masyarakat lainnya yang ditambang tanpa diberikan uang kompensasi,” tambahnya.

Sementara pihak penambang mengklaim jika lahan yang diambil pasirnya ini adalah lahan yang ada sesuai ijin yang dikeluarkan oleh Dinas ESDN Propinsi Jawa Timur.

“Ya sudah sesuai mas, kalau saya melakukan penambangan di luar titik koordinat pasti polisi sudah menciduk saya,” ungkap Satuhan, pemilik CV. Duta Semeru kepada sejumlah awak media. 
Ratusan berhasil di bubarkan setelah aparat Kepolisian Lumajang memberhentikan aktivitas penambangan sampai proses pengukuran lahan penambangan CV. Duta Semeru.

Aksi unjuk rasa tambang pasir di Desa Sumber Wuluh Kecamatan Candipuro Lumajang diwarnai kericuhan, bahkan salah satu massa nyaris dibacok oleh pihak Pro Tambang setelah sempat adu mulut. Beruntung petugas TNI dan Warga berhasil melerai kedua belah pihak hingga tak terjadi pertumpahan darah.

Pihak kepolisian yang datang ke lokasi langsung mengamankan terduga percobaan pembunuhan, Samsul (38) beserta barang bukti senjata tajam jenis celurit yang disembunyikan di posko penambangan CV. Duta Semeru.

“Kenapa kamu bawa sajam, mau jadi jagoan,” tanya Kapolres Lumajang, AKBP Fadly Muzi Ismail pada Samsul, dilokasi penambangan. Samsul pun langsung digelandang petugas ke kantor Polres Lumajang akibat perbuatannya yang mengeluarkan senjata tajam saat terjadi kericuhan.

“Sudah saya perintahkan Kasat Reskrim agar Samsul diproses, karena jelas dia melanggar,” katanya.
Lebih lanjut, ia menghimbau agar kejadian serupa tidak lagi terulang sehingga tidak ada lagi pertumpahan darah gara-gara tambang pasir seperti yang dialami Salim Kancil dan Tosan.

Sementara aktivitas penambangan pasir milik CV. Duta Semeru untuk sementara waktu dihentikan sampai proses pengukuran lahan yang menjadi perebutan pihak penambang dengan warga clear.
“Akan kita ukur dulu bersama pemerintah, apapun hasilnya nanti saya akan menjadi garda terdepan untuk menegakkan hukum sesuai Undang-Undang yang berlaku,” tegas Kapolres. (tiek_LS)

loading...