PB,KENDARI, Walikota Kendari Asrun akhirnya memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara yang sebelumnya   mangkir dari panggilan pertamanya. Asrun dilaporkan oleh Masyhur Masie Abunawas atas dugaan penghinaan Abunawas yang diduga dilakukan oleh Walikota Kendari.

Kasubbid PPID Polda Sultra, Kompol Dolfie Kumaseh mengatakan, setelah dua kali mendapatkan panggilan penyidik Asrun akhirnya memenuhi panggilan sebagai saksi dalam laporan Masyhur Masie Abunawas beberapa bulan lalu atas penghinaan melalui media.

“Jadi selanjutnya penyidik harus melengkapi semua, artinya setelah itu meminta keterangan saksi ahli karena sudah ada 6 saksi yang di BAP. Berarti masih ada saksi yang harus dipenuhi penyidik, yaitu saksi ahli bahasa dan saksi ahli pidana” tuturnya, Selasa (20/1/2016).

Sementara itu, usai diperiksa Walikota Kendari, Asrun mengungkapkan, tidak ada masalah terkait kehadirannya dimeja penyidik Polda Sultra, dirinya pun mengakui jika kehadirannya memang terkait penghinaan yang dialamatkan kepadanya.

“Sudah selesai yah sudah tidak ada masalah yang katanya saya lakukan penghinaan, saya fikir kita selalu terbuka untuk masalah ini. Jadi saya kira ini sudah selesai, kan beliau ini saya punya kakak juga. Tidak boleh begitu tugas kita kan melayani, jadi kalau dipanggil saya harus datang, itukan salah satu contoh taat hukum” ujarnya.
Dengan adanya masalah ini, Asrun mengaku sama sekali tidak merasa terganggu dengan rencana dirinya yang akan maju mencalonkan diri pada Pemilihan Gubernur 2018 mendatang.
Puspa.

loading...