PB, Morotai – Perhelatan pemilihan Bupati Pulau Morotai, Maluku Utara yang akan dihelat pada tahun 2017 nanti mulai memanas.

Banyak yang menyatakan ingin ikut mencalonkan diri, namun masih terkesan malu-malu, bahkan belum berani memberikan pernyataan terkait dengan siapa saja calon yang akan mendampingi mereka.

Tapi tidak bagi pasangan calon (paslon) dari PDIP Kabupaten Pulau Morotai, yang di ketuai oleh Richard Samatara, anggota DPRD Kabupaten Pulau Morotai.

Bahkan pembuatan baliho yang rencananya akan segera di pajang sudah disiapkan oleh tim mereka.

” Kami tidak main-main, ini nerupakan sebuah ketegasan dari kami, jika yang lainnya masih meraba kesana kemari, kami langsung tetapkan, Arsad Sardan sebagai Bupati dan Richard Samatara sebagai wakilnya,” ujar IJmak, Sekretaris DPC Pulau Morotai.

Menurutnya, pembangunan Pulau Morotai memerlukan sebuah ketegasan, dan inilah komitmen mereka kepada masyarakat dengan memberi tahu jika PDIP memang sudah siap.

Ketegasan dalam pembangunan Pulau Morotai yang dimaksud adalah, sikap untuk tidak memainkan apa yang menjadi hak bagi warga Morotai untuk menikmati hasil pembangunan.

Banyaknya hasil pekerjaan pembangunan yang sebelumnya terkesan dinikmati oleh segelintir orang, dikarenakan tidak adanya ketegasan dalam membangun Morotai lebih baik, dan ini tidak akan dilakukan lagi oleh PDIP.

” Ketegasan seorang pemimpin dilihat dari sikapnya, jika saat ini saja kami (PDIP) sudah menunjukkan ketegasan dengan mengusung calon, maka ini adalah komitmen ketegasan kami kepada masyarakat (untuk membangun Morotai).” ujarnya.

Sementara PDIP sendiri masih sebagai pengusung tunggal dari pasangan calon ini, dan memerlukan satu kursi lagi untuk bisa memenuhi syarat.

” Yang pasti sudah ada (partai lainnya), namun belum kami sebutkan, nanti kalian lihat, dan yang pasti dari pengurus Kabupaten dan Propinsi sudah menyetujui,” ujar Ijmak.

Sementara itu Zulkifli Paturo warga Desa Daruba Pante, mengakui, jika memang pasangan ini mendeklarasikan diri dalam waktu dekat, maka dipastikan sebagai satu-satunya calon yang sudah siap.

“Pasangan ini akan merebut hati warga, keduanya adalah tokoh di Morotai, dan ketegasan mereka (menetapkan diri) adalah salah satu sikap yang sangat baik,” ujar Saipul, panggilan akrab Zulkifli.

Arsad Sardan sendiri sudah pernah bertarung dengan Rusli Sibua dalam pilkada sebelumnya.

Dalam penghitungan akhir KPUD memenangkan Arsad, yang berpasangan dengan Demianus Ice, namun dalam sidang gugatan di Mahkamah Konstitusi, justru Arsad dikalahkan oleh Akil Muchtar selaku ketua sidang.

Namun drama sidang tersebut, akhirnya terbongkar jika Akil memenangkan Rusli Sibua karena menerima uang suap sejumlah Rp. 6 milyar lebih.

Dan keduanya saat ini sedang menjalani tahanan, dimana Akil Muchtar menerima hukuman seumur hidup dan Rusli Sibua selaku penyuap menerima putusan 4 tahun penjara.

(Jall)

loading...