PB, JAKARTA- Sidang kasus dugaan salah tangkap yang dilakukan oleh Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya terhadap seorang warga negara asing (WNA) bernama Yeung Man Fung (20) yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (19/1/2016) berlangsung dramatis. Ditengah jalannya sidang, sang ibu korban salah tangkap yang turut hadir di persidangan, tiba-tiba histeris sambil bersimpuh didalam ruangan memohon anaknya dibebaskan.

Tak hanya itu, sang ibu yang diketahui bernama Jenny, langsung mengambil posisi duduk jongkok sembari membentur-benturkan kepalanya ke lantai hingga mengalami memar, seraya terus berteriak  meminta keadilan kepada majelis hakim agar membebaskan anaknya.

Jenny terus meneriakkan permintaan agar anaknya( Yeung Man Fung)  yang dinilainya menjadi korban salah tangkap oleh pihak kepolisian Indonesia disertai perampasan harta benda yang nilainya mencapai Rp 500 juta, segera dibebaskan dari segala tuduhan.

Menurut Jenny, putranya yang beberapa waktu lalu datang ke Indonesia untuk berlibur dan berbisnis sarang burung walet, tiba- tiba ditangkap aparat Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya di tempat tinggalnya di Apartemen Ibis, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada 14 September 2015.

Diketahui, terhadap tindakan penangkapan dan aksi perampasan oleh aparat, korban kehilangan tas yang berisi uang tunai Rp 27.600.000

Selain itu, di Apartemen Best Western di kamar nomor 2216, menurut tim kuasa hukum korban, sejumlah aparat memaksa masuk, menggeledah dan merampas barang milik korban yang terdiri dari uang tunai berjumlah Rp 378 juta, kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM), Visa, perhiasan, batu giok, serta jam tangan merk Rolex. Sementara disaat yang bersamaan saat terjadi penggeledahan, diruangan tersebut (kamar 2216) tidak ditemukan pil ekstasi, dan hasil test urine terhadap Yeung Man fung adalah negatif.

Yeung Man Fung korban salah tangkap dikenakan penahanan berdasarkan surat penangkapan Nomor : SP./IX/2015/Dir Resnarkoba, tertanggal 14 Desember 2015 dan surat penahanan Nomor : SP-Han/550/IX/ 2015/ Dit Resnarkoba/ tertanggal 14 Desember 2015

Tim Kuasa Hukum korban menjelaskan, saat korban dibawa ke Markas Kepolisian Daerah  Metro Jaya, kepada korban diperlihatkan sebanyak 520 ribu  diduga pil ekstasi, korban lalu disuruh mengakui memiliki barang tersebut secara paksa.

Korban yang kini ditahan di Rutan Polda Metro Jaya dan diperpanjang masa penahanan selama 40 hari tanpa ada pemberitahuan kepada pihak keluarga dan tanpa ada surat perpanjangan penahanan dari penuntut umum yang berwenang.

Dalam penjelasannya lebih lanjut kepada awak media, sang ibu yang memakai jubah putih bertuliskan “Mencari Keadilan Anakku”  berharap keadilan yang sebenar-benarnya bagi anaknya, bahkan dengan tegas dia mengatakan

“Jika anak saya salah, silahkan kalian tembak mati,  saya akan bawa pulang abunya ke Hongkong, tapi jika anak saya tidak salah tolong bebaskan dia,” teriak Jenny di depan ruang sidang sambil matanya berkaca-kaca.

Sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim Ganjar Pasaribu, yang sempat terhenti sejenak diawal, akibat teriakan sang ibu korban yang meminta anaknya dibebaskan, kembali dilanjutkan hingga selesai.

Adapun agenda sidang kasus dugaan salah tangkap terhadap WNA asal Hongkong ini akan dilanjutkan pada Jumat (21/1/2016). (Beb)

IMG-20160119-00499IMG-20160119-00502

loading...