PB, Jakarta – Maraknya para pendatang dari negara lain ke Indonesia, ternyata mendapat respon positif dari para penguasa negeri ini.

Beberapa pernyataan yang memberikan kelonggaran kepada para para pendatang, membuat miris Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO), Bastian P. Simanjuntak.

“Pemerintah memberikan kesempatan kepada para pemilik dana untuk menguasai 100 persen sektor industri gula, karet dan di sektor perikanan, ada apa ini ?” Ujarnya geram.

Menurutnya pemerintah justru harusnya membuka dan memperkuat disektor koperasi agar dapat berkembang dengan cepat, ” daripada menjaminkan bank ke negara lain untuk pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, yang tidak terlalu mendesak,” ujar Bastian.

Menurutnya dana-dana yang di bank pemerintah disalurkan ke koperasi, dengan menggandeng para intelek muda, seperti lulusan universitas agar lebih fokus kedalam pembangunan ekonomi kerakyatan.

Bastian juga cukup mengapresiasi langkah menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti, ketika melakukan tindakan yang cukup representative dalam menangani pencurian ikan bersama TNI AL.

” Pasar luar negeri sangat potensial, para investor asing yang diberi kemudahan justru akan membawa semua nilai ekonomi para nelayan, yang bisa mengakibatkan kemiskinan tetap merajalela, bagi bangsa pribumi Indonesia,” ujarnya geram.

Bastian juga menyoroti langkah pemerintah ketika menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 103 tahun 2015, tentang Pemilikan Rumah Tempat Tinggal bagi orang asing di Indonesia.

Menurutnya kepemilikan hingga 80 tahun sudah cukup membuat bangsa ini menuju kehancuran, ” akan banyak masalah yang tidak akan diungkapkan ke permukaan terkait dengan kepemilikan properti dan agraria oleh pihak asing,” ucap Bastian.

Maksud Bastian bisa saja nanti akan ada permainan antara pegawai pemerintah dan para investor terkait dengan kepemilikan, dan ini harus segera dicegah, apalagi beberapa warga keturunan sudah mulai berteriak dengan memberikan statemen terkait dengan kepemilikan oleh asing seluas-luasnya di Indonesia.

“Industri yang tumbuh paling banyak di Indonesia adalah industri yang telah dibuka untuk investasi asing,” kata Direktur Lippo Group, John Riady, seperti dikutip dari Wall Street Journal.

Lembaga Investasi Indonesia juga mengusulkan kepada pemerintah untuk memungkinkan kepemilikan asing sebesar 80 hingga 100 persen bagi industri bioskop dan kepemilikan asing penuh bagi semua jenis hotel.

Bukan cuma John Riady, ada juga Managing Director Corporate Strategy & Services Sinar Mas Land, Ishak Chandra, yang menginginkan agar kepemilikan asing bukan hanya warga asing yang tinggal di Indonesia.

Namun Ishak Chandra meminta agar tidak ada pembatasan bagi siapa saja warga asing.

“Kalau hanya orang asing yang tinggal atau bekerja di Indonesia yang boleh membeli properti, itu kurang menarik. Harusnya tidak ada batasan,” ujar Ishak kepada Kompas.com, Selasa (12/1/2016).

Menurut Bastian pengusaha seperti Ishak Chandra dan John Riady hanya memikirkan kepentingan mereka.

” ini hanya awal, lama-lama mereka merubah aturan itu dengan menjadikan membolehkan kepemilikan bagi siapa saja warga asing untuk menguasai tanah milik pribumi tanpa batas,” ujarn Bastian mengingatkan.

(Jall)

loading...