PB, Jakarta – Karena memposting terkait dengan pengaturan parkir di Lippo Mall Puri Kembangan Indah Jakarta Barat, Febby Ulfa Savila atau @safilafeby harus mendapatkan balasan yang kurang mengenakkan dari akun milik Lippo Mall Puri  @LippoMallPuri.

Febby menulis dalam akunnya mengenai parkiran yang dianggapnya sangat ribet (kacau), ” gak ada announce yang jelas kalau harus bayar ke PPS. Akhirnya tadi harus bayar 10.000 (rupiah-red) payah!”

Bahkan untuk mencari PPS (Panca Parking System) sistem parkir yang berbasis komputer, Febby harus melakukan penelusuran melalui internet.

” udah gitu ya, tempat PPS gaktau dimana, harus searching juga ? ” tanya Febby heran dengan perlakuan pihak Lippo Mall Puri soal keberadaan PPS.

Bahkan keheranan Febby belum habis, karena menurut sepengetahuannya baru kali ini untuk mengetahui PPS setelah membaca melalui website usai melakukan penelusuran melalui dunia maya.

Rupanya keluhan Febby mendapat tanggapan dari pihak @LippoMallPuri, namun bukan permintaan maaf ataupun memberikan penjelasan terkait keluhannya.

” @safikafeby kalau kere jangan main ke (Lippo) mall ya kakak…” tulis admin @LippoMallPuri.

Dan akibatnya Lippo Mall Puri langsung di bully oleh warga netizen, dengan hestek #KamiKereLippoMall dan hanya dalam waktu dua jam langsung menduduki posisi kedua dalam trending topik.

Berbagai tulisan dukungan kepada Febby meluncur, bahkan akun milik ICHIBAN JKT48 mengajak @safilafeby mengunjungi mereka.

” kak @safilafeby main aja ke JKT48 Theater di FX Mall, yg kere/kaya boleh masuk loh huehee,” tulis Ichiban JKT48.

Rupanya pihak Lippo Mall Puri cukup gerah dengan kemarahan para netizen, dan langsung membantah jika mereka yang menulis pernyataan awal mereka.

Menurut pengakuan Lippo Mall Puri melalui dua postingan mereka membantah jika akun mereka yang menulis kalimat penghinaan kepada Febby.

” Perlu kami sampaikan bahwa twit tersebut TIDAK dan BUKAN dilakukan oleh pihak kami. Sekali lagi kami mohon maaf atas ketidaknyamanan.” Tulis admin Lippo. Bahkan tulisan melalui akun mereka sudah dihapus.

Namun para netizen tidak percaya begitu saja, jika perusahaan sekaliber Lippo yang terkenal juga memiliki usaha di bidang tekhnologi, bisa sampai dibajak.

Seperti yang pernah diberitakan pada Januari 2015 lalu, jika Grup Lippo telah menanamkan modal sebesar Rp. 2 triliun untuk ekspansi ke bisnis digital.

Jadi anda percaya yang mana ?

(Jall)

loading...