PB Jakarta ; Pemulangan eks Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) dari Kalbar ke beberapa daerah di pulau Jawa maupun Sumatera, termasuk dari daerah asal Jakarta yang mencapai ratusan orang menyisakan banyak permasalahan. ‎Karena mayoritas eks Gafatar telah menjual harta bendanya di daerah asal sebelum berangkat ke daerah-daerah di Kalbar.

Tukimin, eks Gafatar di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Bambu Apus Jakarta Timur menyampaikan, dirinya b‎ersama keluarganya datang ke Menpawah, lima bulan yang lalu atas ajakan teman dan s‎ebelum berangkat telah menjual seluruh hartanya untuk modal. Sehingga apabila dikembalikan ke daerah asalnya tidak mengetahui dan yakin terhadap masa depannya karena sudah tidak mempunyai apa-apa.‎

Seperti diketahui Gafatar dideklarasikan pada 21 Januari 2012 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat dan Gatafar ditengarai reinkarnasi dari Al- Qiyadah Al-Islamiyah pimpinan Ahmad Musaddeq. Pada 20017 MUI mengeluarkan Fatwa, bahwa Al-Qiyadah Al-Islamiyah sesat dan menyesatkan karena Ahmad Musaddeq mengaku nabi dan ajarannya menyimpang, seperti tidak mewajibkan sholat wajib 5 waktu dan puasa Ramadhan. Selanjutnya PN Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 4 tahun kepada Ahmad Musaddeq pada 23 April 2008.

Untuk melakukan rekrutmen anggota dan menarik simpati masyarakat, Gafatar mengedepankan program-program, seperti:, Donor Darah, Pengobatan Gratis, Khitanan Massal, Aksi Bersih-Bersih Lingkungan, Bantuan Modal Usaha, dan janji Pendirian Negara Karunia Tuhan Semesta Alam (NKSA) di pulau Kalimantan.

Sementara itu, Gafatar di wilayah DKI Jakarta pernah tercatat dalam SKT (Surat Keterangan Terdaftar) pada 2011 di Bakesbangpol. namun karena tidak diperpanjang maka secara otomatis<br>

Menurut Kaban Kesbangpol DKI Jakarta, Ratiyono, setiap ormas yang terdaftar di Bakesbangpol di DKI Jakarta harus memperpanjang SKT per 5 tahun tapi karena&nbsp; Gafatar DKI Jakarta tidak memperpanjang maka, secara otomatis membekukan diri organisasinya, tegasnya (Hefrizal)

loading...