PB, JAKARTA – Wakil Ketua DPR-RI, Fadli Zon, menyayangkan sikap Polri yang menahan Yulian Paonganan alias Ongen dengan tuduhan melanggar UU Pornografi dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Fadli menilai, tagar dan foto yang diunggah di Twitter tidak mengandung unsur pornografi.

“Kalau polisi mau menertibkan, harusnya semua. Karena banyak sekali, akun-akun yang seperti Ongen,” kata Fadli Zon di Jakarta, sesaat lalu.

“Ini masuknya penghinaan, tapi kan pasalnya sudah tidak ada, dan hashtag termasuk foto itu tidak melanggar UU Pornografi, masa orang ngomong anggota tubuh kena UU Pornografi, saya kira polisi jangan melakukan kriminalisasi, jangan membesar-besarkan masalah,” tegas pejabat teras partai Gerindra ini.

Fadli melihat, tagar yang diunggah Ongen itu bukan masuk kategori pelanggaran UU Pornografi atau UU ITE.

Diketahui, Paonganan alias Ongen ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh pihak Subdit Cyber Crime Dittipideksus Bareskrim Polri karena mem-posting foto Jokowi bersama artis Nikita Mirzani dan membubuhkan tagar dengan kata-kata tidak terpuji.

Surat penangkapan terhadap Ongen dikeluarkan pada 16 Desember 2015.

Adapun surat penahanan terhadap Ongen dikeluarkan pada 17 Desember 2015 lalu oleh Direktur Bareskrim Direktorat tindak pidana ekonomi dan khusus. (Beb)

loading...