IMG-20151031-WA0003(1)PB Sultra : Korem 143/Halu Oleo, mengerahkan  1300 Babinsa (Bintara Pembina Desa)sebagai pendamping Upsus di wilayah Sultra.  Demikian disampaikan oleh Danrem 143/Halu Oleo Kolonel Czi Rido Hermawan M.Sc melalui Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 143/HO Mayor Inf Azwar Dinata, SH. kepada media ini Kamis (28/1) di ruang kerjanya.

Dikatakannya tugas pendampingan Upsus yang dilaksanakan oleh para Babinsa itu adalah untuk membantu para petani, kelompok tani ataupun Gapoktani (gabungan kelompok tani) dalam meningkatkan produksi di bidang pertanian, dalam rangka mewujudkan Swasembada Pangan Nasional  sebagaimana yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo  pada awal tahun 2015 lalu.

Dijelaskan pula keterlibatan  TNI khususnya TNI Angkatan Darat (AD) dalam kegiatan upsus merupakan tindaklanjut dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Menteri Pertanian dengan Kasad (Kepala Staf Angkatan Darat),  MoU Asisten Teritorial Kasad dengan Dirjen PSP Kementan RI tentang Kerjasama program upaya khusus pencapaian  target hasil produksi tanaman padi, jagung dan  kedelai TA. 2015, juga Pakta Integritas Pangdam  dengan Kadistan Prov. Se-Indonesia tentang Kerjasama program upaya khusus pencapaian target hasil produksi tanaman padi, jagung dan kedelai TA. 2015).

“Kerjasama meliputi,  pendampingan PPL dalam penyuluhan pertanian, pengawasan pendistribusian pupuk dan bibit,  hingga perbaikan waduk maupun irigasi dengan bersinergis dengan dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan maupun Dinas PU mulai dari tingkat Provinsi sampai tingkat Kabupaten / Kotamadya” ujar Azwar.

Khusus untuk wilayah provinsi Sulawesi Tenggara program pendampingan TNI akan terus berlanjut kepada para petani dalam rangka meningkatkan lahan pertanian dan meningkatkan hasil produksi pertanian di daerah. “Danrem telah menginstruksikan kepada para Danramil dan Babinsa untuk mendukung dengan terlibat langsung dalam pengawasan penyaluran program upsus tersebut” ujarnya lagi.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Sultra Ir. Mohammad Nasir kepada media ini mengatakan, tahun 2016 ini pihaknya menargetkan bisa memproduksi padi sebanyak 803.000 ton gabah kering giling (GKG). “Dengan bantuan dan pendampingan dari TNI, maka target produksi padi ini bisa kita raih,” katanya.  Nasir juga menambahkan ada empat kabupaten yang masuk dalam daftar wilayah unggulan  Upsus di wilayah Sulawesi Tenggara, yakni Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Konawe, Kolaka Timur dan Kabupaten Bombana. (Enel- Sultra)

loading...