PB KEBUMEN – Di era yang serba modern ini banyak sekali ditemukan modus penipuan dengan mencatut nama pejabat, terutama pejabat Polri, seperti yang terjadi di Kebumen, sindikat  penipuan dengan modus kupon berhadiah diringkus Polres Kebumen. Sedikitnya 6 pelaku digiring ke Polres Kebumen untuk mempertanggung jawabkan aksinya. Dalam pengakuanya, kawanan ini telah mempraktekkan penipuan dengan modus yang sama semenjak tahun 2013 silam, Jumat (29/01/2016). IMG_7967IMG_7954

Iming iming mendapatkan hadiah kendaraan roda empat jenis Toyota Avanza melalui kupon hadiah yang ditemukannya, Sunarti (41) warga Sruweng Kebumen tanpa sadar telah menjadi korban penipuan. Korban pun juga sempat diminta untuk mentransfer sejumlah uang untuk menebus kendaraan yang telah dijanjikan melalui kupon undian tersebut.

Dari keterangan yang kami dapatkan korban telah melakukan transfer uang sebanyak dua kali ke nomor rekening atas nama Arifin sebesar Rp 11.600.00,-. Dalam pengakuanya, pada tanggal 11 Januari 2016 Sunarti telah mentransfer uang sebesar Rp 4.900.000,- sedangkan pada tanggal 12 Januari 2016 sebanyak Rp Rp 6.700.000,-.  Merasa ada yang kurang beres akhirnya Sunarti disarankan oleh petugas Bank agar melaporkan kejadian yang telah dialami ke Polisi. Karena petugas Bank pun juga merasa curiga terhadap gerak gerik Sunarti karena melakukan transfer namun tidak mengenali nama serta identitas orang yang dtransfer.

Setelah menerima laporan, Polisi pun bergerak cepat melakukan penyelidikan terhadap pelaku penipuan tersebut agar korban tidak meluas. Kerja keras Polres Kebumen terbayar dengan penangkapan terhadap salah satu pelaku berinisial SR (26) warga Nusawungu Cilacap yang dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Sruweng bekerjasama dengan Unit Reskrim Polsek Ayah Polres Kebumen.

Dari SR akhirnya didapatkan informasi 5 pelaku lainya yakni, WN (30)warga Nusawungu Cilacap, HS (23) warga Nusawungu Cilacap, AR (25) warga Nusawungu Cilacap, RM (26) warga Bekasi, dan HS (37) warga Nusawungu Cilacap.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, tak lama kemudian Polres kebumen berhasil meringkus kelima pelaku di kec Nusawungu Cilacap.

Modus kawanan ini adalah dengan menyebarkan sejumlah kupon ke berbagai daerah, dan dalam kupon tersebut tercantum kode serta jenis hadiah yang diiming imingkan kepada korbannya yang merasa tergiur.

Untuk mengecoh para korbanya dalam kupon berhadiah juga disertakan foto pejabat Polri lengkap dengan no. telpon ‘abal abal’ yang nantinya akan dihubungi korban yang tergiur. Setelah menghubungi ke nomor telepon abal abal yang tercantum pada kupon, korban semakin yakin dan secara tidak sadar masuk perangkap kawanan pelaku penipuan tersebut.

Kapolres Kebumen AKBP Alpen SH, SIK, MH membenarkan adanya penangkapan terhadap 6 pelaku penipuan dengan modus kupon berhadiah. “Dari tangan para pelaku berhasil kami amankan kendaraan roda empat jenis Toyota Avanza Nopol B 1678 NFE yang digunakan untuk menyebar kupon undian, satu mesin laminating, satu kantong selebaran dari Dirlantas Polda Metro abal abal, kantong selebaran PT Tora Bika, 12 pack label Tora Bika, 1 pack Kupon Belum dipotong, 1 pack palstik laminating,” ungkap Kapolres menjelaskan kepada awak media saat diadakan pers rillis di mapolres Kebumen.

“Dari tanganya juga berhasil diamankan 2 buah ATM BRI dan buku rekening BRI atas nama HNITA, 1 ATM bank Muamalat atas nama ARIFIN, 1 buah HP merk Nokia dengan nomor yang digunakan untuk menghubungi  para korban, 1 unit honda beat Nopol R2604 P dan 1 unit Honda Vario Nopol R 4233 P,ungkap Kapolres menjelaskan.

Kapolres Kebumen menghimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan mudah tergiur iming iming hadiah melalui kupon atau undian yang tidak jelas. Kapolres juga meminta apabila masih ada korban yang serupa agar melaporkan ke kantor Polisi terdekat untuk dilakukan konfirmasi serta pendataan perihal kasus tersebut.

Kapolres juga meminta kesediannya dari pihak Bank untuk bekerja sama apabila terjadi kejanggalan dalam melayani nasabah dan sesegera mungkin melaporkan ke Polisi agar peristiwa serupa secepatnya dapat ditangani oleh pihak kepolisian, demikian pungkas Kapolres. (Rasikun)

loading...