KENDARI, PB Demokrasi bukan tujuan yang ingin dicapai, tetapi alat untuk mencapai tujuan ;  hal itu di sampaikan oleh Danrem 143/Halu Oleo Kolonel Rido Hermawan kepada 1010   peserta Training The ESQ (Emotional Spiritual Quality) Way  Ke-13 Tahun 2016 di Auditorium Universitas Halu Oleo (UHO),  Jl. H.E.A Mokodompit Universitas Halu Oleo (UHO) Sulawesi Tenggara, Sabtu (30/01/2016)

Kegiatan Seminar Wawasan Kebangsaan dengan Thema ” Perguruan Tinggi Wadah Ideal Pembentuk Kader Pembela Bangsa dan Negara “, diikuti oleh Calon Wisudawan Universitas Halu Oleo Th. 2016, sebanyak  1010 orang terdiri dari ; Mahasiswa UHO yang akan wisuda : 940 orang (S1 872 orang, S2 65 orang,  S3 3 orang), 20 orang perwakilan dari Korem, 25 orang Perwakilan dari Polda Sultra, 20 orang staf dan dosen UHO, serta 5 orang staf Korem 143/Ho.

Dalam presentasinya Danrem 143/Ho menyampaikan bahwa salah satu tugas perguruan tinggi adalah menciptakan SDM yang siap pakai dilandasi dengan iman dan taqwa berlandaskan pada Pancasila dan UUD’45 serta memiliki rasa cinta terhadap tanah air dan rela berkorban demi kelangsungan dan eksistensi NKRI. Pada bagian lain Danrem menyampaikan bahwa demokrasi adalah bukan tujuan yang ingin dicapai oleh bangsa Indonesia tetapi demokrasi adalah alat untuk mencapai tujuan bangsa Indonesia dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD’45.

Lebih jauh Danrem mengingatkan bahwa Bela negara adalah hak dan kewajiban setiap warga Indonesia hal itu adalah amanah UUD’45 yang harus kita jaga dan kita laksanakan, bela negara bukan semata-mata tugas dan tanggung jawab TNI tetapi  tanggungjawab kita bersama, TNI merupakan Komponen utama pertahanan negara dengan didukung oleh komponen lain yaitu komponen cadangan dan komponenen pendukung.

Sistem pertahanan negara kita menganut sistem pertahanan rakyat semesta yang berarti melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainnya, serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah, dan berlanjut untuk menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman. Dimana dalam menghadapi ancaman militer menempatkan Tentara Nasional Indonesia sebagai komponen utama dengan didukung oleh komponen cadangan dan komponen pendukung.

photo_2016-01-31_21-21-35Selanjutnya Danrem mengingatkan bahwa negara Indonesia adalah negara yang kaya akan Sumber Daya Alam  dan memiliki Sumber Daya Manusia yang melebihi negara-negara lain, potensi tersebut harus di optimalkan agar bangsa ini bangkit dari keterbelakangan.  Oleh karena itu maka Universitas Halu Oleo mempunyai tugas dan tanggung jawab besar untuk menciptakan kader-kader bangsa yang siap pakai guna mengejar ketertinggalan negara Indonesia dengan negara lain.

Kegiatan dihadiri  Prof H. Hilaludin Hanafi (Wakil Rektor 2 UHO)dan perwakilan para Dosen UHO, turut hadir dalam kegiatan Letkol Arh Hendra Gunawan Dandim 1416/Muna yang baru, Mayor Chk Solihin Pakum Rem 143/Ho dan Kepala Penerangan Korem 143/Halu Oleo Mayor Inf Azwar Dinata.

photo_2016-01-31_21-20-33Di tempat terpisah Danrem 143/Halu Oleo Kolonel Czi Rido Hermawan juga di undang oleh Rektor Universitas Sulawesi Tenggara Prof Ir. H. Andi Bahrun Msc Agric, memberikan pengarahan kepada para pengurus BEM Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra ) di gedung Rektorat Universitas Sulawesi Tenggara Jl. Kapten P. Tendean Kel. Baruga Kec. Ranomeeto Konawe Selatan dalam acara Pelantikan pengurus MPM dan BEM Unsultra priode 2016-2017 dan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa  (LKM) mahasiswa Universitas Sulawesi Tenggara dengan thema ” Rekonstruksi Karakter Kepemimpinan Mahasiswa “.

Materi yang di bawakan oleh Danrem 143/HO yaitu : Strategi Pemantapan Wawasan Kebangsaan dan Bela negara, dalam pengarahannya Danrem 143/Halu Oleo memberikan pesan kepada pengurus MPM dan BEM Ulsultra sbb :

1.  Jadilah agen-agen pemimpin handal masa depan untuk bangsa.

2. Nasib Bangsa dan Negara ini di tangan genersi muda sebagai pelanjut tongkat estavet kepemimpinan.

3.  Wajib bela Negara

4.  Memberi motivasi dan mengajak para mahasiswa dan para Dosen yang ada di kampus Unsultra untuk memahami tentang Bela Negara yang baik demi kemajuan bangsa dan negara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut , turut hadir dalam acara tersebut ; Prof Ir. H. Andi Bahrun Msc Agric (Rektor Unsultra), H. Herman Titop Msi (wakil rektor 3), Letkol Arh Hendra Gunawan (Dandim 1416/Muna), Ibu Suharian SE Msi (Dekan falkutas Ekonomi Unsultra), Mayor Chk Solihin Pakum Rem 143/H0 dan  Kepala Penerangan Korem 143/Halu Oleo Mayor Inf Azwar Dinata. (Enel Sultra).

loading...