PB, Kendari, Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Sultra berhasil menciduk seorang bandar narkoba disalah satu hotel, di kawasan kota lama, Kota Kendari Sabtu malam (30/01/16).‬

‪Pada saat penangkapan, sempat terjadi perlawanan dari tersangka yang membawa 1 buah badik dan 1 sangkur panjang, namun berhasil dilumpuhkan oleh petugas.‬

‪Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan dirumah tersangka di Jl. RE. Martadinata, Kelurahan Kasilampe. Dari rumah tersangka berhasil diamankan aneka macam senjata tajam sekitar 15 buah, busur panah siap pakai, 16 paket sabu 15 gram, serta alat isapnya.‬

‪”Dua minggu kami melakukan penyelidikan, selain barang bukti senjata tajam dan sabu-sabu beserta alat isapnya, kami mengamankan cctv dan cpu, kami menduga ini digunakan untuk memantau petugas yang beroperasi” kata Kasubdit III Diresnarkoba Polda Sultra, AKBP La Ode Kadimu saat dikonfirmasi di ruangannya, Senin (01/02/16).‬

Tersangka AG di bawa ke rumahnya di Jln. R.E. Martadinata Kel. Kasilampe Kec. Kendari Kota Kendari, kemudian dilakukan penggeledahan didalam rumah tersangka dan ditemukan didalam kamar berupa plastik kecil kosong, 1 (satu) buah pireks, 1 (satu) buah kompor / alat bakar shabu, 10 (sepuluh) buah korek gas serta 6 (enam) buah pipet plastik lalu Petugas Kepolisian menanyakan apakah masih ada shabu milik tersangka yang disembunyikan dirumahnya. Kemudian tersangka menyampaikan kepada Petugas Kepolisian bahwa ada dompet handphone berisi shabu sebanyak 16 (enam belas) paket / plastik kecil yang terletak disamping pondasi halaman rumahnya, sehingga Petugas melakukan pencarian ditempat tersebut dan berhasil ditemukan yang diakui oleh tersangka bahwa shabu tersebut akan dijual kepada orang lain seharga Rp.600.000 (Enam ratus ribu rupiah) per paketnya, dari pengakuan tersangka bahwa Narkotika jenis shabu tersebut ia peroleh dari ADI ASIS Als. ADI selanjutnya tersangka beserta barang bukti yang ditemukan diamankan untuk proses penyidikan selanjutnya”Tersangka sudah kami periksa untuk dimintai keterangan lebih lanjut, ada barang bukti uang hasil transaksi sebanyak Rp5,9 juta” tambah La Ode Kadimu.‬

Tersangka dijerat pasal 114 tentang peredaran narkoba dengan ancaman penjara minimal 5 tahun hingga seumur hidup.‬ ‪(Nomilia)‬

loading...