PB Jakarta, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan pembangunan sarana infrastruktur yang mulai gencar terjadi sejak tahun lalu bisa membantu perekonomian Indonesia tumbuh lebih tinggi pada 2016.

“Melihat gejala pembangunan infrastruktur masih berjalan, artinya sumbangan ‘PMTB’ atau investasi cukup tinggi. Kalau ini masih terus digenjot dan ditambah, kita bisa menduga ada akselerasi,” kata Suryamin di Jakarta, Jumat.

Suryamin mengatakan akselerasi pertumbuhan itu diakibatkan inisiatif pemerintah yang memulai proses lelang pengadaan barang dan jasa sejak akhir tahun 2015, sehingga realisasi belanja modal dan proyek pembangunan bisa mulai awal 2016.

“Ini bisa membuat pertumbuhan ‘Q1’, ‘Q2’ dan ‘Q3’ lebih kencang, karena ini tidak hanya membuat investasi tumbuh, karena juga berdampak ke sektor lainnya. Misalnya, kalau proyek jalan selesai, distribusi makanan dan barang akan naik,” jelasnya.

Menurut dia, apabila rantai distribusi makanan dari sentra produksi ke konsumen lebih lancar, maka itu akan mendukung konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi salah satu komponen penyumbang pertumbuhan ekonomi.

“Untuk itu, tinggal konsumsi pemerintah yang harus dikawal sehingga penyerapannya tidak menumpuk di akhir tahun. Kalau semuanya selesai di Q1, maka sektor ekonomi lainnya akan bergerak,” tutur Suryamin.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Suhariyanto menambahkan ada peluang momentum pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2015 yang tercatat 5,04 persen akan berlanjut sepanjang tahun 2016.

Salah satu hal yang bisa membantu peningkatan kinerja ekonomi sejak awal tahun 2016 adalah percepatan penyerapan belanja modal yang dibutuhkan untuk mendorong proyek pembangunan dan mendukung sektor investasi.

“Pelajaran yang bisa kita tarik adalah berusaha untuk mencairkan anggaran tidak hanya di triwulan empat, tapi merata. Kalau itu dilakukan, akan lebih bagus. Jadi, upaya kementerian lembaga untuk melakukan gerakan sejak Januari, merupakan hal yang bagus,” ujarnya. (Hefrizal/iqp/end)

loading...