Pembawaberita.com – Beberapa komentar berseliweran di berbagai timeline sosial media, terkait dengan Ahmadiyah, bahkan ada juga yang meminta dan mendukung agar pemerintah mengakui dengan alasan HAM.

Namun sebelumnya Ahmadiyah, sebaiknya menyelesaikan dulu status agamanya.

Kontroversi tentang kelompok masyarakat penganut Ahmadiyah tampaknya masih terus terjadi.

Para warga kelompok ini terus saja juga merasa terancam bahkan merasa cenderung tak dilindungi.

Kasus terakhir terjadi di Sungailiat, Kab Bangka Belitung (Babel), di mana para penganut Ahmadiyah digusur dari tempat pemukiman mereka.

Terhadap Ahmadiyah ini memang kita harus berhati-hati. Tidak salah juga kalau ada yang beranggapan pengusiran terhadap mereka.

Apalagi pihak berwenang cenderung mengamininya, adalah tindakan diskrimintif dan melanggar konstitusi warga negara.

Pendapat seperti ini niscaya akan mendapat dukungan kuat dari para pejuang HAM dan kelompok sekuler atau mungkin juga non muslim.

Namun persoalannya tak sesederhana itu. Harus tuntas dulu menjawab pertanyaan:

” apakah Ahmadiyah merupakan bagian dari Islam atau bukan ?”

Karena ini bukan ranah HAM, melainkan ranah agama dan komunitas Islam.

Jadi para tokoh Islam harus duduk dan bicara lalu bersepakat tentang posisi Ahmadiyah itu.

Dan pemerintah harus tunduk pada hasil kesepakatan para pemegang otoritas Islam.

Kalo dianggap bagian dari aliran dalam Islam, maka mereka harus dilindungi.

Tapi kalau dianggap bukan, maka harus ada langkah lain yang harus ditempuh untuk memposisikan mereka.

Sekali lagi ini bukan ranah masyarakat awam agama Islam, jangan juga paksakan kehendak.

Namun demikian, kalau saya tidak keliru, di Malaysia dan Pakistan tidak memperlakukan Ahmadiyah sebagai bagian dari Islam. Tentu mereka punya alasan untuk itu.

Berkembangnya ajaran dan penganut Ahmadiyah sendiri harusnya dilihat sebagai bagian dari kegagalan para tokoh Islam di Indonesia dalam membina komunitasnya.

Harus lakukan instropeksi mengapa para warga Muslim kemudian menggandrungi ajaran ini.

Mungkin para tokoh agama sibuk dengan urusan-urusan lain, termasuk politik, sehingga sebagian warganya tidak tersentuh, lalu mencari dan menemukan aliran sendiri, di mana salah satunya adlh Ahmadiyah.

Celakanya kalau kemudian ajaran Ahmdiyah dianggap menyimpang dari ajaran Islam, maka nasib warga muslim yang beralih menganut Ahmadiyah itu juga terlantar dan terancam seperti sekarang.

Penulis ; La Ode Ida ( Mantan Ketua DPD RI )

LaOde Ida

loading...