PB Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Taufik Widjoyono mengatakan pihaknya akan mempercepat proses pengadaan proyek pembangunan untuk mendukung kinerja penyerapan belanja modal pemerintah.

“Sebagian telah dipercepat (proses tendernya) dan yang telah diteken sekarang Rp9,3 triliun,” kata Taufik saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Selasa.

Taufik mengharapkan sekitar 90 persen paket pengerjaan proyek pembangunan Kementerian PUPR akan selesai pada Maret, sehingga realisasi penyerapan belanja modal akan lebih cepat dan tidak lagi terpusat di akhir tahun.

“Harapannya 90 persen yang diteken, itu kira-kira Rp59 triliun,” jelasnya.

Taufik optimistis anggaran belanja modal yang ada di Kementerian PUPERA sebesar Rp83,9 triliun pada 2016, bisa terserap lebih cepat, tidak seperti tahun lalu yang terhambat karena masalah birokrasi dan penataan organisasi.

“Mungkin penyerapan yang paling lambat di (direktorat jenderal) cipta karya dan perumahan, karena masih butuh persiapan. Bina marga yang paling cepat, dan jangan lupa kita punya proyek ‘multiyears’, itu ikut menolong,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan penyerapan belanja pemerintah hingga awal Februari sudah lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan proyek pengadaan barang jasa yang dilelang mencapai Rp100 triliun.

“Total proyek yang sudah dilelang Rp100 triliun. Ini harapannya bisa dipercepat, sehingga perkiraan penyerapan belanja (akhir tahun) dari 91 persen tahun lalu, ke 95 persen-97 persen,” kata Bambang. (Hefrizal/Iqp)

loading...