1625792_1094551280362_4780045_n

Oleh : Achmad Syahril (Pemerhati Budaya Jakarta, Alumni Arkeologi Universitas Indonesia)

 

 


 

Bangunan Hunian dan Tata Lingkungan Kotabaru Kebayoran

Daerah yang mula-mula ditinjau sebagai kotabaru adalah Kebayoran, Pasar Minggu dan Depok. Selanjutnya, yang kemudian terpilih ialah Kebayoran. Pasar Minggu dan Depok tidak dipilih karena alasan lokasinya terlalu jauh dari Jakarta, serta adanya pemikiran bahwa kotabaru yang akan dibangun tidak diinginkan terlihat sebagai daerah pinggiran. Kebayoran yang berada pada bagian selatan Jakarta dipilih sebagai kotabaru selain mempunyai persyaratan tidak jauh dari pusat kota Jakarta (sekitar 7,5 kilometer dari Koningsplein/Medan Merdeka), dan kelayakan sebagai kota satelit terpenuhi, juga berudara lebih sejuk.

Taman+Langsat+-+Copy

Taman Langsat

Konsep pemukiman di kotabaru Kebayoran merupakan adaptasi kota taman bergaya Eropa (Belanda) dalam iklim tropis sehingga sering pula disebut sebagai kota taman tropis. Konsep pemukiman tersebut digagas oleh seorang arsitek bangsa sendiri yakni Ir. Moh. Soesilo. Beliau merupakan murid dari seorang arsitek yakni Thomas Karsten, yang telah lebih dahulu mengembangkan konsep pemukiman tersebut di daerah Bogor, Bandung, Malang, Semarang dan sebagainya.

Konsep pemukiman kota taman tropis pada dasarnya memiliki konsistensi hirarki jalan dan peruntukan lahan yang jelas, serta didominasi oleh ruang terbuka hijau (RTH) lebih dari 30 persen dari total luas pemukiman. Selain itu, sistem jaringan ruang terbuka hijau memiliki struktur dan fungsi sendiri-sendiri. Adapun fungsi dari ruang terbuka hijau itu berupa:

Taman/Kebun Rumah, Taman Lingkungan, Taman Kota, Hutan Kota (Taman Puring; Taman Patung Tumbuh Kembang; Taman Langsat; Taman Leuser; Taman Barito; Taman Christina Marta-Tiahahu; Taman PKK);

Lapangan Olahraga (Lapangan Olahraga Blok S; Lapangan Olahraga Al Azhar);

Taman Makam (TPU Kramat Pela; TPU Tanah Sebrang; TPU Blok P yang sekarang telah tergusur);

Taman+Tumbuh+Kembang+-+Copy

Taman Tumbuh Kembang

Daerah Tangkapan Air (situ/waduk/danau) yang dihubungkan dengan koridor pepohonan besar. Jalur biru bantaran sungai yang saling menyambung tak terputus juga menjadi fungsi tersendiri dari ruang terbuka hijau.

Selain memiliki lahan peruntukan ruang terbuka hijau yang memiliki fungsinya masing-masing, di kawasan kotabaru Kebayoran seluas kurang lebih 730 Ha ini, dibangun unit-unit perumahan dan pertokoan yang ditempatkan berdasarkan blok-blok. Masing-masing blok dinamai berdasarkan abjad, dari Blok A hingga Blok S. Berdasarkan perbandingan antara Peta Masterplan Rentjana Kota Baru Kebajoran yang terbit pada awal tahun 1950-an dengan peta sekarang, batas dari masing-masing blok tersebut diperkirakan adalah, sebagai berikut:

Blok A di bagian barat berbatasan dengan Jalan Panglima Polim Raya; di utara berbatasan dengan Jalan Kramat Pela; sebelah timur dan selatan berbatasan dengan Jalan Petogogan

Blok B di bagian barat berbatasan dengan Jalan Barito; di utara dengan Jalan Gandaria Tengah 3; di sebelah timur dengan Jalan Gandaria 1; serta sebelah selatan berbatas dengan Jalan Kramat Pela.

Blok C di bagian barat berbatas dengan Jalan Panglima Polim Raya; bagian utara dengan Jalan Kyai Maja; bagian timur berbatas dengan Jalan Barito; serta sebelah selatan berbatasan dengan Jalan Barito.

Blok D pada sisi barat berbatasan dengan Jalan Barito; utara dengan Jalan Kyai Maja; timur berbatasan dengan Jalan Gandaria 1; selatan berbatasan dengan Jalan Gandaria Tengah 3.

Blok E batas bagian barat adalah Jalan Bumi; utara dengan Jalan Taman Pakubuwono VI; timur dan selatan berbatasan dengan Jalan Kyai Maja.

Blok F bagian barat berbatasan dengan Jalan Sisingamangaraja; bagian utara dengan Jalan Taman Pakubuwono VI; timur berbatasan dengan Jalan Bumi; bagian selatan berbatasan dengan Jalan Kyai Maja.

Blok G pada bagian barat dibatasi dengan Jalan Hang Lekir; bagian utara dibatasi Kali Grogol atau Jalan Martimbang; sebelah timur dibatasi Jalan Terusan Hang Lekir II; serta bagian selatan dibatasi Jalan Taman Pakubuwono VI.

Blok H di bagian barat dibatasi oleh Jalan Sisingamangaraja; bagian utara dibatasi Jalan Asia Afrika; bagian timur oleh Jalan Hang Lekir; dan bagian selatan Jalan Taman Pakubuwono VI.

Blok I pada bagian barat berbatasan dengan Jalan Gunawarman; pada bagian utaranya dibatasi oleh Jalan Senopati; bagian timur Jalan Sisingamangaraja; dan bagian selatannya dibatasi Jalan Mataram 1.

Blok J di bagian barat berbatasan dengan Jalan Suryo; bagian utara berbatasan dengan Jalan Taman Mpu Sendok; di sebelah timur dibatasi oleh Jalan Gunawarman; dan sisi selatannya Jalan Wolter Monginsidi.

Blok K pada sisi barat dibatasi oleh Jalan Gunawarman; bagian utara oleh Jalan Mataram 1; bagian timur Jalan Sisingamangaraja; serta bagian selatan Jalan Trunojoyo.

Blok L di bagian barat dan selatan berbatasan dengan Jalan Wijaya 1; bagian utara Jalan Wolter Monginsidi; dan sebelah timur berbatasan dengan Jalan Iskandarsyah.

Blok M dibatasi oleh Jalan Iskandarsyah di bagian barat; Jalan Trunojoyo di bagian utara; Jalan Panglima Polim Raya di bagian timur; dan Jalan Melawai Raya di bagian selatan

Blok N dibatasi oleh Jalan Wijaya 9 di bagian barat; di utara berbatasan dengan Jalan Melawai Raya; di bagian timur dibatasi Jalan Panglima Polim Raya; dan pada bagian selatan dibatasi Jalan Wijaya 2.

Blok O berbatasan dengan Kali Krukut atau Jalan Wijaya Timur Raya di bagian barat; di sebelah utara berbatasan dengan Jalan Wijaya 1; bagian timur dan selatan dibatasi oleh Jalan Prapanca.

Blok P pada bagian barat dibatasi Jalan Prapanca Raya; Jalan Wijaya 2 di bagian utara; di bagian timur dibatasi Jalan Panglima PolimRaya; serta bagian selatan dibatasi Jalan Darmawangsa 15.

Blok Q berbatasan dengan Jalan Suryo di bagian barat; Jalan Kertanegara di bagian utara; Jalan Ciragil Barat dan Ciragil Timur di bagian timur; dan Jalan Wolter Monginsidi pada bagian selatan.

Blok R dibatasi oleh Jalan Suryo pada bagian utara; Jalan Senopati di bagian utara; Jalan Erlangga di bagian timur; serta Jalan Kertanegara di selatan

Blok S dibatasi oleh Kali Krukut di bagian barat; Jalan Bakti dan Jalan Cemara di bagian utara; Jalan Suryo di bagian timur; dan Jalan Wolter Monginsidi di bagian selatan.

Rumah+Jl.+Falatehan+I+No.43

Bangunan Toko di Blok M

Ada beberapa jenis atau tipe rumah yang dibangun di kawasan kotabaru Kebayoran, yakni tipe bangunan Villa dan Villa Bertingkat, Rumah Sedang, Rumah Rakyat Permanen dan Semi Permanen. Selain bangunan permukiman, dibangun pula Toko Besar dan Sedang, serta persediaan untuk Gedung-gedung Khusus. Tipe-tipe perumahan tersebut dibangun berdasarkan atas luas atau lebar jalan tempat bangunan didirikan. Semakin luas atau lebar jalan, semakin besar bangunan yang terletak di tepi jalan tersebut.

Bangunan rumah tipe Villa dan Villa Bertingkat tersebar di Blok C, Blok D, Blok E, Blok G, Blok H, Blok I, Blok K, Blok L, Blok N serta Blok O. Bangunan tipe Rumah Sedang dibangun di Blok B, Blok C, Blok D, Blok E, Blok N, Blok O, Blok P, Blok R serta Blok S. Perumahan Rakyat Permanen dan Semi Permanen dibangun di Blok A, Blok K, Blok Q dan Blok S. Bangunan-bangunan Toko Besar dan Sedang dibangun di Blok C, Blok H, Blok M, dan Blok Q. Adapun persediaan untuk Gedung-gedung Khusus dibangun di seluruh Blok yang ada.

Rumah+Jl.+Pakubuwono+VI+No.5

Rumah Jl Pakubowono VI

Seperti yang dipaparkan di atas, selain membangun rumah dibangun pula ruang

terbuka hijau yang diperuntukan sebagai taman, lapangan olahraga maupun daerah tangkapan air berupa danau/situ. Pembangunan taman hampir terdapat di seluruh Blok.. Taman Makam dibangun di Blok B, Blok D, serta Blok P (kini telah tergusur). Adapun danau atau situ terdapat di Blok C. Akibat perubahan pemukiman, hingga kini tinggal beberapa taman yang masih eksis di kotabaru Kebayoran.

loading...