BI SIAP LONGGARKAN MONETER PASCA UJI KALIBRASI TIGA INSTRUMEN

 

PB-Jakarta : Bank Indonesia (BI) mengaku, pada pertengahan bulan ini pihaknya akan memutuskan untuk melakukan pelonggaran moneter melalui salah satu instrumen yang dianggap paling sejalan dengan kondisi perekonomian domestik dan luar negeri.

Pernyataan tersebut seperti dikatakan Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo di Kompleks Perkantoran BI Jakarta, Jumat. “Dalam Rapat Dewan Gubernur BI sebelumnya (14/1), bahwa ruang pelonggaran meneter itu memang ada,” ucap Perry.

Dengan demikian, jelas dia, sejauh ini pihaknya tengah mengukur dan mengkaji tiga kebijakan moneter yang dapat mengakomodir pelonggaran kebijakan moneter sesuai dengan dinamika ekonomi nasional maupun luar negeri.

“Dan, kami akan kalibrasi. Bentuknya apa? Bisa pelonggaran di sisi operasi moneter, bisa penurunan suku bunga acuan (BI Rate) dan bisa juga penurunan Giro Wajib Minimum (GWM),l papar Perry.

Namun demikian, kata Perry, hasil kalibrasi terhadap ketiga instrumen moneter itu masih harus didiskusikan pada RDG-BI yang akan berlangsung pada 17-18 Februari 2016. “Tentu saja di dalam RDG akan kami bahas menyeluruh atas faktor-faktor positif yang ada dan faktor global,” ucapnya.

Tentunya, tegas Perry, BI juga harus mempertimbangkan dan mencermati faktor risiko dari masing-masing kebijakan moneter. Sehingga, kata dia, keputusan yang akan ditempuh BI pada RDG mendatang bisa tetap menjaga stabilitas ekonomi domestik. (Rm/Iqp/end/bd)

loading...