PB, Jakarta – TNI Angkatan Laut akan melaksanakan penenggelaman kapal-kapal tindak pidana kelautan dan perikanan sebanyak 5 buah pada hari senin tanggal 22 februari 2016, yaitu jenis pamboat KM. STO. NINO 01 asal Philipina, KM. STO. NINO 02 asal Philipina, KM. ANABEL asal Philipina, KM. JONATHAN asal Philipina dan KM. LUNTUI dengan berat kapal 6 GT asal Philipina.

Tangkapan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga akan ditenggelamkan sebanyak 26 kapal KIA, tindak pidana kelautan dan perikanan lainnya.

Kepala dinas penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI M. Zainudin mengatakan, kapal-kapal tersebut rencananya akan ditenggelamkan diberbagai tempat secara bersamaan pada hari senin (22/02), antara lain di Batam sebanyak 10 kapal, di Pontianak sebanyak 8 kapal, di Bitung sebanyak 12 kapal dan di Tahuna sebanyak 1 kapal.

“Kemungkinan dari Lantamal Belawan masih ada beberapa kapal ikan asing yg akan ditenggelamkan,”ujarnya.

Melalui hasil penyidikan, kapal-kapal tindak pidana kelautan dan perikanan tersebut melakukan sejumlah pelanggaran antara lain melakukan penangkapan ikan di Wilayah Perairan Republik Indonesia tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah, yaitu Surat Ijin Usaha Perikanan (SIUP), Surat Ijin Penangkapan Ikan (SIPI), Surat Ijin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI), Surat Layak Operasi (SLO) dan Surat Perintah Berlayar (SPB) serta menggunakan alat tangkap terlarang dan Anak Buah Kapal (ABK) asing.

“Saat ini proses hukum kapal-kapal tindak pidana kelautan dan perikanan tersebut berstatus inkracht yaitu keputusan pengadilan sudah berkekuatan hukum tetap (final) dan tinggal pelaksanaan eksekusi,” kata Kadispenal Laksma TNI M. Zainudin.

“Sampai saat ini keseluruhan sudah 117 kapal ikan asing yg ditenggelamkan, tangkapan TNI AL sendiri ada 59 kapal,”menurut Kadispenal kepada Pembawaberita.com. (Kamal)IMG-20160217-WA005

loading...