PB-PURWOREJO : Pewarta Purworejo yang tergabung dalam Komunitas Jurnalis Lintas Media (KJLM), bakal melayangkan somasi kepada RSUD Tjitrowardoyo.

Somasi dilayangkan menyusul insiden penolakan oleh pihak RSUD Tjitrowardoyo terhadap sejumlah wartawan yang hendak masuk rumah sakit untuk peliputan kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Kaljering Kecamatan Pituruh, Senin (15/2/2016) sore.

Saat itu terduga pelaku pembunuhan, Lasimah (35) sedang dirawat di ruang Bougenvil RSUD dan jenazah korban, Siti Rahmawati (5) akan di outopsi oleh tim forensik Polda Jateng.

Ada sembilan wartawan cetak, eletronik dan online yang ditolak dan dilarang masuk saat akan mengadakan peliputan Selasa (16/2/2016).

Pihak RSUD membuat peraturan bagi wartawan yang akan meliput harus membawa surat ijin bermaterai dari keluarga korban dan surat ijin tertulis dari kepolisian jika akan meliput outopsi.

Atas penolakan itu sejumlah wartawan sempat adu agumentasi dengan bagian humas RSUD.

Namun demikian tetap saja wartawan tidak diperbolehkan masuk rumah sakit untuk peliputan.

“Alasanya masalah privasi pasien,” kata Eko Mulyanto salah satu wartawan anggota Pewarta Purworejo.

Menanggapi insiden penolakan itu, Ketua Pewarta Purworejo, Hantoro Wibowo, menyayangkan sikap yang dilakukan pihak RSUD, dimana sesuai UU Pers No. 40 tahun 1999 Pasal 4 ayat 1,2,3 tentang penjaminan kemerdekaan pers, dan Pasal 18 ayat 1 tentang sanksi pelarangan peliputan, wartawan seharusnya diberikan akses informasi dan peliputan di RSUD.

“Sepanjang hal itu tidak mengganggu kenyamanan pasien, serta tidak melampaui koridor kode etik UU Pers tidak ada alasan untuk menolak wartawan. Atas dasar laporan itu, Pewarta Purworejo sepakat berencana akan melakukan Somasi ke pihak RSUD,” tegas Hantoro.

Menurut Hantoro, semestinya pihak RSUD bisa menjadi penengah antara wartawan dan pasien untuk melakukan komunikasi kepentingan peliputan, bukan justru melarangnya.

(WARDOYO)

loading...