PB-Denpasar : Aparat penegak hukum baik di kepolisian dan kejaksaan serta hakim yang menangani kasus pembunuhan penyerangan antara anggota ormas beberapa waktu lalu agar benar-benar menangani kasus tersebut dengan serius dan jangan sampai aparat terkait ‘masuk angin’ ataupun tebang.

Hal itu disampaikan tokoh pemuda Bali I Ketut Lea, Selasa (02/02/2016). Lea yang juga pengamat sosial itu juga meminta kasus pembunuhan penyerangan antara anggota ormas ditangani dengan serius. Pasalnya, jika tidak kekawatir banyak pihak jika kasus pembunuhan di Bali akan terus terjadi.

“Karena tidak takutnya masyarakat dengan hukum karena hukum itu sendiri dianggap bisa memilih orang dan bisa dinegosiasi. Jangan sampai anggapan ini terus-terusan ada di hati masyarakat, sehingga berdampak tidak takutnya masyarakat terhadap hukum dan bisa membuat masyarakat lainnya bisa ikut membunuh. Bahkan membunuh akan menjadi pekerjaan pokok seseorang,” tegasnya.

Pria ramah dan murah senyum yang akrab disapa Ketut Leo menejelaskan jika sekarang aparat dari kepolisian yang membuat bap dan kejaksaan serta hakim yang menangani kasus ini  serta lapas tempat tahanan menjalani hukuman  pembunuh tidak segera melakukan tindakan serius terhadap kasus pembunuhan, maka menurutnya bukan hanya ormas yang belajar membunuh masyarakat lain nya juga bakal ikut membunuh  yang tidak anggota ormas pun akan senang melakukan pembunuhan. Kalau semua masyarakat senang dan tidak takut terhadap hukuman dari membunuh, maka Bali yang sebelumnya dikenal aman, perlahan akan sirna dikenal tidak akan aman kembali.

“Akan ada lagi kejadian-kejadian serupa. Agar tidak ada kejadian serupa di Bali buatlah contoh sehingga bisa menjadi cerita untuk masyarakat kalau hukuman pembunuhan tidak bisa ditoleransi dan bisa menjalani hukuman bener-bener seperti neraka. Jangan dibuat menjalani hukuman pembunuhan di lapas  lebih enak dari kerja di kapal pelayaran  , bahkan merasa lebih enak dari kerja di kapal pesiar,” tegasnya.

Selama ini, kata Ketut Leo, andalan Pulau Bali yang membuat wisatawan datang berlibur ke bali dan investor datang untuk berinvestasi di bali karena adanya seni budaya dan adat serta rasa aman dan nyaman nya di Bali. Selain itu, juga ditunjang oleh keramahan masyarakatnya yang membuat Bali selalu dicintai investor dan wisatawan mancanegara. Namun, jika di Bali terus ada pembunuhan dan pengeroyokan yang menyebabkan kematian, artinya Bali tidak lagi aman dan juga tidak ramah lagi.

“Akibatnya, perekonomian dan masyarakat Bali yang dirugikan. Saya juga rugi termasuk masyarakat Bali lainnya juga akan dirugikan. Padahal pembunuhan itu kejahatan yang paling keji. Kok di Bali dari dulu orang yang melakukan pembunuhan berencana selalu dapat keringanan dan mendapatkan kekuasaan di dalam lapas. Itu yang membuat ketagihan orang untuk membunuh,” tandasnya.

(Hefrizal/David Sinulingga)

loading...