PB, Jakarta – Bukan hanya masyarakat biasa, sampai para pemuka agama mengingatkan jika kondisi LGBT tidak pantas untuk diberikan pengakuan di Indonesia.

Namun beberapa kasus terkait dengan pernyataan maupun postingan tentang LGBT mendapatkan respon yang cukup mengejutkan dari pemakai sosmed Facebook.

Mustofa Nahrawardaya atau dengan akun twitternya @TofaLemon memberitahukan kepada pengikutnya jika akunnya pernah di hentikan selama 3 hari akibat memposting bahayanya LGBT.

Namun Mustofa yang juga aktivis kemanusiaan ini tidak ambil pusing, bahkan membiarkan jika Facebook ingin mengaktifkan akunnya secara permanen.

Selain Mustofa, beredar kabar jika penulis novel terkenal, Tere Liye juga mendapatkan hukuman dari FB karena memposting terkait dengan protesnya kepada LGBT.

Bahkan Tere liye yang memiliki 1,3 juta penggemar di fanpagenya, sudah mengingatkan agar tidak usah kaget, jika postingannya tentang LGBT yang dianggap sebagai penyakit gangguan jiwa, berujung ditutup Facebook sebagai pemilik sosial media.

Bahkan beberapa pemilik akun lainnya juga menerima perlakuan serupa dari Facebook karena menuruti kemauan dari laporan para pendukung dan pelaku LGBT.

Terlihat dengan nyata jika Facebook juga mendukung keberadaan LGBT yang dianggap sebagai bagian dari mereka, ” Seharusnya Facebook bisa memikirkan kembali bahayanya LGBT, mereka bisa menyewa pakar kesehatan terkait dengan hal ini (perilaku seksual yang menyimpang) apakah memang pantas LGBT dibela ?” Ujar Bambang Smit, Ketua Umum Gerakan Priboemi Indonesia.

Menurut Darwis Sibua Tokoh Muda Maluku Utara di Jakarta, mempertanyakan kunjungan Presiden Jokowi ke Amerika dan bertemu dengan Mark Zukerberg.

” Jangan sampai ada pesan-pesan sponsor dari Facebook agar ikut melegalkan LGBT dengan memberikan iming-iming tentang internet,” ujar Darwis.

(Jall)

loading...